Beritakota.id, Bandung – Perjalanan Duta Pendidikan Jawa Barat merupakan proses berkelanjutan yang tidak lahir secara instan. Audisi Pemilihan Duta Pendidikan Jawa Barat 2026 dilaksanakan pada awal Desember 2025. Tahapan ini menjadi bagian dari mata rantai panjang pembinaan generasi muda yang telah berlangsung dari tahun ke tahun. Setiap angkatan membawa tantangan dan dinamika tersendiri, namun tetap berangkat dari semangat yang sama, yakni kontribusi nyata bagi pendidikan.

Fase seleksi ini adalah untuk menjaring potensi terbaik, dilanjutkan dengan Technical Meeting keesokan harinya untuk pemahaman teknis dan nilai kelembagaan. Dalam Technical Meeting, dibahas bukan hanya masalah aturan, agenda, dan mekanisme kegiatan, tetapi juga menjadi ruang dialog antara penyelenggara dan peserta terpilih untuk menyamakan visi serta ekspektasi.

Baca juga : Pemilihan Duta Pendidikan Jawa Barat 2026 Resmi Dibuka

Founder Yayasan Karya Muda Duta Pendidikan Jawa Barat, Raju Sahrial, menegaskan bahwa kesinambungan antara audisi dan technical meeting merupakan fondasi penting dalam mencetak duta yang siap menjalani proses panjang. Menurutnya, banyak kegagalan dalam ajang serupa terjadi bukan karena kurangnya potensi, melainkan karena minimnya pemahaman terhadap proses dan tanggung jawab yang diemban.

Koordinator Divisi Humas, Kezia Grace, menambahkan bahwa technical meeting juga menjadi ruang awal pembentukan kedisiplinan dan etika organisasi. Peserta diharapkan mampu memahami bahwa setiap tahapan yang dijalani merupakan bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan dan kerja kolektif.

Penguatan motivasi juga datang dari para pemenang sebelumnya, seperti Reksi Septian selaku Winner Duta Pendidikan Jawa Barat 2025 dan Tamer Adel selaku Winner Remaja 2025. Keduanya berbagi pengalaman mengenai dinamika perjalanan sebagai duta, mulai dari tantangan personal hingga tanggung jawab sosial yang harus diemban. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa setiap proses yang dilalui dalam pemilihan ini memiliki nilai pembelajaran jangka panjang.

Audisi dan technical meeting bukan sekadar tahapan administratif, namun menjadi fase krusial untuk membangun kesiapan mental, intelektual, dan etika peserta. (Herman Effendi / Lukman Hqeem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *