Beritakota.id, Jakarta – Memasuki hari pertama di tahun 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih akan mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia pada Kamis, 1 Januari 2026. Kondisi cuaca ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang sangat aktif, termasuk keberadaan bibit siklon tropis dan sirkulasi siklonik yang memicu pertumbuhan awan hujan.
Dalam prakiraan cuaca tertulisnya pada Rabu (31/12/2025), BMKG menjelaskan bahwa meskipun Siklon Tropis Hayley di selatan Indonesia diprediksi melemah dan bergerak menuju Australia, faktor atmosfer lain tetap berpotensi meningkatkan curah hujan dan kecepatan angin di beberapa daerah. Masyarakat diingatkan untuk tidak hanya terpaku pada satu sistem cuaca, mengingat sifat dinamika atmosfer yang cepat berubah.
Perhatian utama BMKG saat ini tertuju pada Bibit Siklon Tropis 90S yang terdeteksi berada di Samudra Hindia barat daya Lampung. Sistem ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin hingga lebih dari 25 knot di sekitarnya dan memicu peningkatan curah hujan, khususnya di wilayah Bengkulu hingga Lampung. Dampaknya juga dapat meluas ke perairan selatan Jawa Barat, sehingga BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang dan angin kencang.
Selain itu, faktor lain yang turut memengaruhi cuaca pada awal tahun 2026 adalah keberadaan sirkulasi siklonik di wilayah utara Kalimantan Barat. Sistem ini menciptakan daerah konvergensi dan konfluensi angin yang memanjang dari Kalimantan hingga Laut Natuna, yang juga berkontribusi terhadap potensi hujan di wilayah tersebut. BMKG terus mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

