Beritakota.id, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah program perumahan secara komprehensif untuk mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah.

Hal itu disampaikan Maruarar Sirait saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Jumat (23/1/2026) malam.

“Kita mempersiapkan dengan komprehensif satu program bagaimana kawasan kumuh tidak menjadi kawasan kumuh lagi, dengan cara mencari lokasi yang sesuai kriteria,” ujar Maruarar.

Dia menambahkan bahwa Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah akan dioptimalkan.

Menurutnya program ini ditujukan agar saling menunjang antarwilayah, dengan cakupan seluruh kabupaten.

“Jadi tahun ini, atas arahan Presiden Prabowo, semua kabupaten di seluruh Indonesia mendapatkan program itu,” tuturnya.

Baca juga: Data Perumahan Terkini Segera Dirilis! Transparansi Program 3 Juta Rumah Meningkat

Maruarar juga memaparkan program unggulan lainnya, yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang akan segera disosialisasikan di Papua Barat Daya.

“Pertama kali Indonesia ada KUR Perumahan. Aturannya tiga menteri itu, Menkoperekonomian, Menteri Keuangan, dan Menteri Perumahan. Isinya adalah bagaimana UMKM, yaitu modalnya maksimal Rp10 miliar, omsetnya Rp 50 miliar, buat kontraktor, developer, toko bangunan disubsidi bunganya 5 persen,” kata Maruarar.

Ia mencontohkan, jika sebelumnya bunga pinjaman bank berada di kisaran 11 persen, maka melalui KUR Perumahan dapat ditekan menjadi 5 persen. Tujuannya untuk melahirkan kelas menengah baru, menurunkan biaya pendanaan, serta mendorong pertumbuhan UMKM di daerah.

Dari sisi permintaan (demand), pemerintah kata Maruara juga menyiapkan pembiayaan perumahan hingga maksimal Rp500 juta dengan bunga rendah. Bahkan, untuk pembiayaan tertentu, bunga ditetapkan hanya 0,5 persen per bulan tanpa jaminan.

“Contohnya, banyak rakyat kita yang masih terjerat rentenir. Maka Presiden Prabowo membuat program unggulan dengan bunga hanya 0,5 persen per bulan. Untuk pinjaman Rp100 juta tanpa jaminan, pakailah program ini,” tegas Maruarar.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam program ini, berbagai biaya seperti BPHTB dan PBB digratiskan.

“Kebutuhan rumah subsidi bagi masyarakat MBR sangat tinggi. Pak Presiden sudah membuat kebijakan BPHTB gratis dan PBB gratis,” katanya.

Maruarar menilai Gubernur Papua Barat Daya memiliki pengalaman kuat dalam pemerintahan daerah. “Beliau ini pernah menjadi bupati dua periode di Asmat, jadi paham betul. Karena itu kita buat program yang komprehensif,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab daerah dalam menjalankan program pemerintah pusat.

“Tidak banyak daerah yang mendapatkan kesempatan seperti ini. Jangan hanya mau dapat program, tapi harus siap menjalankannya dengan penuh tanggung jawab dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat,” kata Maruarar.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyampaikan rasa syukurnya atas pertemuan tersebut. Ia mengaku banyak mendapatkan informasi penting terkait program perumahan.

“Saya bersyukur sekali hari ini bisa bertemu langsung dengan Menteri Perumahan Republik Indonesia. Banyak informasi yang kami dapat untuk komitmen kita mengubah masyarakat kita, terutama mereka yang kurang beruntung,” ujar Elisa.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti program yang telah dibahas.

“Kami siap segera mempersiapkan lokasi dan sumber daya manusianya. Kami akan kembali bertemu dengan Pak Menteri untuk presentasi,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *