Beritakota.id, Jakarta – Banjir akibat luapan Sungai Babakan di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sempat melumpuhkan aktivitas warga dan mengganggu jalur mudik Lebaran. Merespons kondisi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat guna memulihkan konektivitas dan mempercepat surutnya genangan.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah memastikan akses transportasi tetap terbuka, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat periode Lebaran.
“Konektivitas adalah urat nadi aktivitas sosial dan ekonomi. Dalam kondisi bencana, yang paling utama adalah memastikan akses tetap terbuka agar penanganan darurat, distribusi bantuan, dan mobilitas warga dapat berjalan,” ujar Dody dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).
Baca juga: Banjir Bandang Brebes Terjang 6 Desa, Ribuan Rumah Terendam dan Ternak Warga Hanyut
Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu, menyebabkan debit Sungai Babakan meningkat drastis. Ketinggian muka air (TMA) tercatat mencapai 5,50 meter, jauh melampaui batas normal 3,00 meter. Kondisi ini diperparah oleh sedimentasi di sejumlah titik sungai yang mengurangi kapasitas aliran air.
Akibatnya, sekitar 300 kepala keluarga terdampak dan lebih dari 200 hektare lahan persawahan terendam. Selain itu, genangan air juga menutup ruas Jalan Jenderal Sudirman di Ketanggungan sepanjang kurang lebih 2 kilometer, yang merupakan bagian dari jalur utama mudik. Rekayasa lalu lintas pun terpaksa dilakukan untuk mengurai kemacetan.
Baca juga: Banjir Kembali Terjadi, Komunitas Masjaka Desak Kepala BBWS Dicopot
Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Kementerian PU langsung melakukan serangkaian langkah tanggap darurat. Penanganan meliputi normalisasi sungai, pemasangan bronjong untuk memperkuat tebing, penerapan metode bio-engineering, hingga pengoperasian pompa air mobile untuk mempercepat surutnya banjir.
Pemantauan intensif juga terus dilakukan di lapangan guna memastikan kondisi segera membaik. Hingga saat ini, genangan air dilaporkan mulai berangsur surut dan akses perlahan kembali normal.
Untuk mencegah kejadian serupa, Kementerian PU telah menyiapkan langkah jangka menengah berupa pembangunan kolam retensi di titik-titik strategis melalui program Flood Management in North Java Project (FMNJP). Selain itu, perkuatan tebing sungai juga akan terus dilakukan.
Dalam jangka panjang, pemerintah merencanakan peningkatan Bendung Cisadap menjadi bendung gerak dengan konsep long storage. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengendalian banjir serta menekan puncak debit air di wilayah tersebut.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat infrastruktur sumber daya air dan meningkatkan mitigasi bencana, terutama pada momen krusial seperti arus mudik dan balik Lebaran.

