Beritakota.id, Brebes – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes memasukkan belanja nonmedis senilai Rp 480 juta dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun Anggaran 2026. Anggaran itu mencakup pengadaan pakaian olahraga bagi pegawai serta peralatan studio audio yang telah tercantum dalam sistem Inaproc.

Direktur RSUD Brebes, Adhi Supriadi, membenarkan adanya rencana tersebut. Ia mengatakan, pengadaan itu sebenarnya bukan program baru, melainkan usulan lama yang telah masuk dalam RUP sejak dua tahun terakhir.

“Rencana itu sudah ada sejak beberapa tahun lalu, tapi pelaksanaannya menyesuaikan kondisi keuangan,” kata Adhi saat dikonfirmasi, Ahad, (26/4/ 2026).

Menurut dia, status RSUD sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) membuat mekanisme penganggaran berbeda dengan organisasi perangkat daerah (OPD). Seluruh pembiayaan bergantung pada pendapatan layanan kesehatan, sehingga realisasi belanja harus disesuaikan dengan kemampuan kas.

Adhi menuturkan, meski tercantum dalam Inaproc, pengadaan tersebut belum tentu langsung dilaksanakan. Pencantuman itu, kata dia, merupakan bagian dari transparansi rencana pengadaan pemerintah.

“Karena bukan prioritas, realisasinya menunggu capaian pendapatan BLUD. Kami tidak bisa serta-merta mengeksekusi pengadaan,” ujarnya.

Wakil Direktur Keuangan dan Umum RSUD Brebes, Imam Budi Santoso, menjelaskan terdapat dua paket pengadaan dalam RUP tersebut. Paket pertama berupa pakaian olahraga senilai Rp 350 juta untuk 1.090 pegawai BLUD, terdiri dari kaus dan celana latihan.

Adapun paket kedua berupa belanja modal peralatan studio dan audio sebesar Rp 130 juta. Dari jumlah itu, sekitar Rp 100 juta dialokasikan untuk mendukung kebutuhan promosi rumah sakit, seperti kamera, perangkat audio, hingga drone.

“Sisanya sekitar Rp 30 juta digunakan untuk pengadaan sound system di aula, ruang rapat staf, dan ruangan lain,” kata Imam.

Ia menambahkan, kedua rencana pengadaan tersebut belum direalisasikan karena belum masuk prioritas belanja. Hingga pertengahan 2026, rumah sakit masih memfokuskan anggaran pada kebutuhan utama pelayanan kesehatan.

“Belanja yang didahulukan adalah bahan habis pakai, obat-obatan, dan alat kesehatan. Untuk pakaian olahraga, kemungkinan direalisasikan di akhir tahun anggaran,” ujar Imam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *