Beritakota.id, Jakarta – Program BINA (Belanja di Indonesia Aja) Lebaran 2026 resmi dipersiapkan sebagai strategi nasional untuk mendorong konsumsi domestik menjelang Idulfitri 2026. Peluncuran ini digelar dalam konferensi pers di Mosaic Walk, Kota Kasablanka Mall, Jakarta, Jumat (13/2/2026), bertepatan dengan rangkaian BBWI Travel Fair 2026.

Program BINA Lebaran 2026 menjadi momentum strategis setelah perayaan Imlek 2026, sekaligus menyambut lonjakan belanja masyarakat jelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Integrasi kampanye Belanja di Indonesia Aja dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) diyakini mampu menciptakan efek berganda bagi sektor ritel, pariwisata, transportasi, perhotelan, hingga UMKM.

Konferensi pers ini dihadiri perwakilan lintas kementerian dan asosiasi, di antaranya Kementerian Pariwisata, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Ekonomi Kreatif, HIPPINDO, serta APPBI.

Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Masruroh, menyampaikan bahwa periode Lebaran merupakan salah satu pendorong utama pergerakan wisatawan nusantara setiap tahunnya. Menurutnya, sinergi BBWI dan BINA akan memperkuat dampak ekonomi daerah karena pergerakan wisatawan selalu diikuti peningkatan belanja di sektor kuliner, ritel, dan ekonomi kreatif.

“Integrasi wisata dan belanja menjadi strategi efektif untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan transaksi domestik,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum HIPPINDO, Fetty Kwartati, menegaskan bahwa momentum Imlek 2026 hingga Idulfitri 2026 merupakan periode emas industri ritel nasional. Lebih dari 400 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia akan berpartisipasi dalam program BINA Lebaran 2026 dengan potongan harga hingga 70 persen, termasuk brand global dan produk lokal.

Menurut Fetty, wisata dan belanja merupakan satu kesatuan ekosistem. Ketika wisatawan bergerak saat musim mudik dan libur Lebaran, hotel, transportasi, UMKM, dan tenant ritel turut terdorong.

Baca juga: Tingkatkan Minat Wisatawan, Kemenpar Kampanye “Saatnya Liburan #DiIndonesiaAja”

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menghadirkan dekorasi tematik Imlek dan Lebaran di sepanjang koridor Sudirman–Thamrin. Kawasan tersebut kini menjadi etalase integrasi promosi wisata dan belanja nasional.

Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Darwin Tonggotua Siahaan, menegaskan bahwa BINA Lebaran 2026 dirancang sebagai strategi penguatan konsumsi domestik. Program ini diharapkan menciptakan efek positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan pendapatan sektor ritel, kuliner, dan UMKM.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Perdagangan, Bambang Wisnubroto, menyatakan bahwa kolaborasi lintas kementerian dan asosiasi menunjukkan komitmen bersama menjaga peredaran uang tetap berputar di dalam negeri, khususnya jelang Idulfitri 2026.

BINA Lebaran 2026 akan berlangsung pada 6–30 Maret 2026 di lebih dari 400 pusat perbelanjaan anggota APPBI di seluruh Indonesia, termasuk gerai di stasiun dan bandara. Program ini menghadirkan promosi terpadu, event tematik Ramadan dan Lebaran, serta berbagai aktivasi untuk meningkatkan traffic kunjungan.

Ketua Bidang Program Promosi DPP APPBI sekaligus General Manager Kota Kasablanka, Agung Gunawan, menyatakan kesiapan penuh industri pusat perbelanjaan menyambut lonjakan belanja masyarakat setelah Imlek 2026 dan menjelang Idulfitri 2026.

Dengan sinergi antara BBWI dan BINA Lebaran 2026, pemerintah dan pelaku usaha optimistis momentum Ramadan dan Idulfitri tahun ini akan menjadi pengungkit utama peningkatan wisata domestik sekaligus memperkuat konsumsi nasional secara berkelanjutan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *