Beritakota.id, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan mengenai dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon Tropis 93S terhadap cuaca dan kondisi perairan di Indonesia hingga 16 Desember 2025. Fenomena ini berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem di beberapa wilayah.
Siklon Tropis Bakung, yang terbentuk pada 12 Desember 2025 di Samudra Hindia barat daya Lampung, diperkirakan akan mengalami penurunan kecepatan angin dan bergerak menjauhi Indonesia. Namun, dampaknya masih terasa hingga 16 Desember, berupa peningkatan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat di Lampung dan Bengkulu, serta angin kencang di Bengkulu. Selain itu, gelombang tinggi 1,25-2,5 meter diprediksi terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 93S yang terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, meskipun berpeluang rendah untuk berkembang menjadi siklon, tetap berpotensi menimbulkan hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Wilayah yang berpotensi terdampak hujan lebat meliputi:
Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Angin kencang diprakirakan terjadi di Jawa Timur dan Bali.
Gelombang tinggi 1,5-2,5 meter diperkirakan muncul di Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga Pulau Sumba, serta Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampaknya terhadap aktivitas darat serta laut.

