Beritakota.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan ratusan ribu pengemudi ojek daring akan mendapatkan Bonus Hari Raya (BHR) menjelang Idulfitri 1447 H.

Melalui komunikasi intensif antara pemerintah dan perusahaan aplikator, total bonus yang disiapkan tahun ini mencapai Rp220 miliar, naik dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp110 miliar.

“GoTo dan Grab tahun lalu menyediakan Rp50 miliar masing-masing, tahun ini Rp100 miliar sampai Rp110 miliar meningkat dua kali lipat,” ujar Airlangga dalam konferensi pers kebijakan THR, BHR, dan realisasi stimulus Ramadan 2026, Selasa (3/3/2026) lalu.

Baca juga: 5 Strategi Cerdas Kelola THR agar Tidak Sekadar “Numpang Lewat” di Hari Raya

Aplikator Besar Tingkatkan Kontribusi

Beberapa perusahaan platform transportasi digital turut meningkatkan alokasi bonus bagi mitra pengemudi.

Perusahaan teknologi transportasi seperti GoTo dan Grab masing-masing mengalokasikan dana sekitar Rp100 miliar hingga Rp110 miliar, naik signifikan dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar Rp50 miliar per perusahaan.

Selain itu, platform transportasi lain juga meningkatkan jumlah penerima bonus.
Perusahaan Maxim tercatat memperluas penerima BHR dari 1.000 mitra pada tahun lalu menjadi 51.000 mitra pada 2026.

Sementara itu, inDrive juga turut berpartisipasi dengan memberikan bonus kepada sekitar 500 mitra pengemudi.

“Maxim memberikan kepada 51 ribu mitra sebagai penerima BHR. Tahun lalu 1.000 mitra, jadi peningkatannya juga besar. Kemudian InDrive juga memberikan sekitar 500-an,” kata Airlangga.

Penyaluran Bonus Diminta Lebih Awal

Pemerintah mendorong agar penyaluran bonus maupun Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja dilakukan lebih awal.

Menurut Airlangga, penyaluran BHR bagi pengemudi ojol diharapkan sudah dilakukan paling cepat H-14 dan paling lambat H-7 sebelum Idulfitri. Selain bonus, pemerintah juga memastikan perlindungan jangka panjang bagi mitra pengemudi melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Pengemudi ojol tetap mengikuti program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Pemerintah Siapkan Stimulus Lebaran

Selain bonus bagi pengemudi ojol, pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.

Pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp911,16 miliar dari APBN maupun non-APBN untuk program diskon transportasi selama periode mudik.

Di sisi lain, bantuan pangan juga akan disalurkan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat, dengan total nilai mencapai Rp14,9 triliun. Bantuan tersebut berupa 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng bagi setiap keluarga penerima.

Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama Ramadan, pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan arus mudik sekaligus menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan selama periode Lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *