Beritakota.id, Brebes – Pemerintah Kabupaten Brebes memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat akan dimulai pada 31 Juli 2026. Sebanyak 209 calon siswa telah menjalani sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan (CKG) menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengatakan sosialisasi kepada orang tua dan calon peserta didik telah dimulai pada 15 Juli 2026. Menurut dia, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan seluruh calon siswa dalam kondisi baik.

“Alhamdulillah, sejak 15 Juli kami sudah mulai melakukan sosialisasi kepada orang tua dan calon siswa Sekolah Rakyat Brebes. Dari sekitar 209 siswa yang telah terdata, seluruhnya dalam kondisi sehat,” kata Paramitha usai meninjau ruangan Sekolah Rakyat Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Rabu, (15/7/ 2026).

Baca Juga: 250 Siswa Mulai MPLS di Sekolah Rakyat Sragen

Ia menjelaskan kegiatan belajar mengajar sekaligus MPLS dijadwalkan berlangsung mulai 31 Juli 2026. Sejumlah fasilitas utama, seperti gedung SD, SMP, SMA, serta asrama untuk masing-masing jenjang, telah selesai dibangun dan siap digunakan.

Namun, penyelesaian seluruh kawasan Sekolah Rakyat masih berlangsung. Pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas pendukung rampung sepenuhnya pada 20 Agustus 2026.

“Yang masih dalam tahap penyelesaian di antaranya laboratorium, perpustakaan, ruang olahraga, dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Kami menargetkan seluruh pembangunan selesai pada 20 Agustus sehingga semua fasilitas bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Paramitha berharap keberadaan Sekolah Rakyat menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Brebes. Menurut dia, program tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.

“Kami berharap Sekolah Rakyat menjadi investasi pendidikan bagi Kabupaten Brebes dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan IPM,” katanya.

Baca Juga: Buka MPLS di SMK Bina Bangsa, Tahroni Tekankan Pendidikan Karakter

Sementara itu, perwakilan Kementerian Sosial RI, Siti indriasari Oktaviana, mengatakan hasil pemeriksaan kesehatan terhadap calon siswa di Brebes menemukan satu peserta didik yang memerlukan penanganan medis lanjutan akibat riwayat hipertensi dalam keluarga.

“Ada satu calon siswa dari Randusanga yang memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi. Kami akan menindaklanjuti dengan pendampingan dan pengobatan rutin agar kondisi kesehatannya tetap terkontrol,” ujar Siti.

Secara nasional, kata Siti, Kementerian Sosial mencatat sebanyak 43.346 siswa telah terdata sebagai peserta Sekolah Rakyat. Dari jumlah tersebut, 28.478 siswa merupakan peserta didik baru pada gelombang pertama.

Khusus di Kabupaten Brebes, jumlah calon siswa yang telah terdata mencapai 209 orang.

Siti menambahkan, progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat Brebes telah mencapai sekitar 83,27 persen. Ruang kelas, toilet, dan sejumlah fasilitas utama telah dapat digunakan. Adapun beberapa area yang masih dalam penyelesaian menjadi alasan pelaksanaan MPLS baru dimulai pada 31 Juli.

“Ruang kelas dan toilet sudah siap digunakan. Karena masih ada beberapa titik pembangunan yang belum selesai, maka MPLS dijadwalkan dimulai pada 31 Juli,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes,Imam Baehaqi  mengatakan penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat tahun 2026 diprioritaskan bagi keluarga yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data kesejahteraan sosial.

“Sekolah Rakyat ini memang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Syarat utama calon peserta didik berasal dari kelompok desil 1 dan desil 2 agar program ini tepat sasaran,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes.

Ia menjelaskan, untuk tahap awal jumlah siswa Sekolah Rakyat Brebes yang telah terdata sebanyak 209 peserta didikdengan pembagian berdasarkan jenjang pendidikan.

“Untuk jenjang SD saat ini terdapat 29 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel). Kemudian jenjang SMP sebanyak 90 siswa dengan jumlah tiga rombongan belajar, sedangkan jenjang SMA sebanyak 90 siswa yang juga terbagi dalam tiga rombongan belajar,” katanya.

Lebih lanjut kata Imam untuk kuota keseluruhan Sekolah Rakyat Brebes pada tahun 2026 ditargetkan mencapai 270 peserta didik. Pemerintah daerah bersama Kementerian Sosial masih melakukan proses verifikasi dan penjangkauan calon siswa untuk memenuhi kuota tersebut.

“Kami masih terus melakukan pendataan dan penjangkauan agar kuota 270 siswa pada 2026 dapat terpenuhi. Yang paling penting adalah memastikan peserta didik yang masuk benar-benar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Brebes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *