Beritakota.id, Depok – Di sebuah ruang kelas di SMKN 1 Depok, para siswa duduk mendengarkan cerita yang mungkin tidak mereka temukan di buku pelajaran. Bukan sekadar teori tentang pekerjaan atau motivasi yang terdengar normatif, melainkan pengalaman nyata tentang jatuh bangun menghadapi dunia kerja, tentang bagaimana disiplin dibangun, dan bagaimana keberanian mengambil peluang menjadi penentu masa depan seseorang.

Bagi sebagian siswa, sesi itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun dalam dunia pendidikan, satu pertemuan yang tepat sering kali mampu mengubah cara pandang seorang anak terhadap hidupnya sendiri.

Momen tersebut hadir melalui program Karabha Digdaya Mengajar Vol. 2 yang digelar PT Karabha Digdaya dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Buku Nasional 2026. Program itu menjadi kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada 2025 dan mendapat respons positif dari lingkungan pendidikan di Kota Depok.

Baca juga : Karabha Digdaya Gelar Sehari Mengajar dan Donasi Buku

Berbeda dengan kegiatan seremonial perusahaan pada umumnya, Karabha Digdaya Mengajar justru mengambil pendekatan yang lebih personal. Para karyawan perusahaan turun langsung menjadi relawan pengajar, masuk ke ruang-ruang kelas, berbagi cerita, pengalaman, sekaligus membangun dialog dengan para siswa.

Pada pelaksanaan pertamanya tahun lalu, program Karabha Digdaya Mengajar menyasar siswa MTs dan SMA Islam Darussalam, Cimanggis, Depok. Dalam kegiatan tersebut, para relawan berbagi pengalaman mengenai dunia kerja, profesionalisme, hingga pentingnya membangun karakter sejak usia muda.

Tanggung Jawab Moral Dunia Usaha

Direktur PT Karabha Digdaya, Yuli Priyanto, menilai pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah semata. Menurutnya, dunia usaha juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan mengambil bagian dalam proses membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Ia mengatakan, pengalaman langsung dari dunia industri penting diberikan kepada para siswa agar mereka memiliki gambaran nyata mengenai masa depan yang ingin dicapai. Tidak sedikit pelajar yang sebenarnya memiliki potensi besar, tetapi kehilangan arah karena minimnya akses terhadap inspirasi dan pengalaman praktis.

Fenomena tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pendidikan modern. Banyak siswa tumbuh di tengah derasnya arus digital, tetapi justru minim interaksi dengan figur-figur nyata yang mampu memberikan motivasi secara langsung. Padahal, pendekatan interpersonal sering kali jauh lebih efektif dibandingkan sekadar materi pembelajaran formal.

Sejumlah penelitian pendidikan menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa meningkat ketika mereka memiliki role model yang dapat mereka lihat secara nyata. Interaksi langsung dengan praktisi profesional juga membantu siswa memahami relevansi antara pendidikan dan dunia kerja, sehingga menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus tujuan belajar yang lebih jelas.

Berbagi Inspirasi, Membangun Harapan

Program seperti Karabha Digdaya Mengajar bekerja pada ruang yang sangat penting namun sering terlupakan, yakni membangun harapan.

Bagi siswa sekolah vokasi seperti SMKN 1 Depok, pengalaman mendengar langsung cerita dari dunia profesional memiliki dampak psikologis yang kuat. Mereka tidak hanya melihat pekerjaan sebagai sesuatu yang jauh dan abstrak, tetapi mulai memahami bahwa karier dibangun dari proses belajar, kegagalan, konsistensi, dan keberanian mencoba.

Dalam kegiatan tersebut, PT Karabha Digdaya juga menyerahkan donasi buku hasil kontribusi karyawan perusahaan. Langkah itu menjadi simbol penting di tengah menurunnya minat baca generasi muda akibat dominasi konten digital yang serba cepat.

Buku, dalam konteks pendidikan hari ini, bukan hanya sumber pengetahuan, tetapi juga alat untuk melatih daya pikir kritis dan kemampuan memahami persoalan secara mendalam. Karena itu, penguatan literasi menjadi bagian penting dari upaya membangun generasi yang mampu bersaing di masa depan.

Kepala SMKN 1 Depok, Yudi Hernawan, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai kehadiran dunia industri di lingkungan sekolah memberikan perspektif baru bagi para siswa mengenai tantangan dan peluang di dunia kerja.

Kolaborasi antara sekolah dan sektor industri dinilai semakin penting di tengah perubahan kebutuhan tenaga kerja yang bergerak sangat cepat. Dunia pendidikan tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga perlu membentuk karakter, kemampuan komunikasi, adaptasi, dan mentalitas kerja.

Perubahan Tanggung Jawab Sosial

Program Karabha Digdaya Mengajar juga menunjukkan perubahan cara perusahaan memaknai tanggung jawab sosial. Jika sebelumnya CSR identik dengan bantuan fisik atau kegiatan jangka pendek, kini banyak perusahaan mulai bergerak pada pembangunan kapasitas manusia sebagai investasi sosial jangka panjang.

PT Karabha Digdaya sendiri sebelumnya juga aktif menjalankan berbagai program sosial di wilayah Depok, mulai dari dukungan pendidikan, kegiatan lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Di tengah tantangan pendidikan nasional yang masih dihadapkan pada kesenjangan kualitas dan akses, langkah sederhana seperti masuk ke ruang kelas dan berbicara langsung kepada siswa mungkin terlihat kecil. Namun bagi sebagian anak muda, satu hari mendengar cerita yang tepat bisa menjadi alasan untuk kembali percaya pada mimpi mereka sendiri. (Lukman Hqeem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *