Beritakota.id, Jakarta – Di tengah ketidakpastian global akibat konflik AS-Israel dan Iran yang berimbas pada ekonomi dan sosial dalam negeri, Majelis Taklim Daru Sholawat Az Zein yang dibina oleh KH Zaini Hamdan terus konsisten menggelar khataman Al-Qur’an setiap 40 hari sekali. Tradisi spiritual ini, yang telah berlangsung hingga 12 kali dalam setahun, menjadi oase ketenangan dan harapan bagi ratusan jamaah yang berdatangan dari berbagai penjuru Jakarta, termasuk Kembangan dan Gandaria.

Kegiatan yang dilaksanakan di Alhamd Carpet, milik H. Malik Mahboob Ahmad di Radio Dalam, Jakarta Selatan, Minggu (01/03/2026), tidak hanya menjadi ajang menuntaskan bacaan suci Al-Qur’an, tetapi juga forum untuk memanjatkan doa keselamatan bagi bangsa.

KH Zaini Hamdan menekankan pentingnya kekuatan spiritual di masa sulit. “Negeri ini perlu doa. Pemimpin kita perlu dukungan moral dari umat,” tegasnya, menggarisbawahi peran doa dan optimisme dalam menghadapi tantangan zaman.

Profil KH Zaini Hamdan, Pembina Majelis Taklim Daru Sholawat Az Zein

Nama KH Zaini Hamdan dikenal sebagai pembina Majelis Taklim Daru Sholawat Az Zein yang aktif menggelar kegiatan keagamaan dan pembinaan umat di Jakarta. Melalui majelis yang dipimpinnya, ia tidak hanya menginisiasi kegiatan khataman Al-Qur’an secara rutin, tetapi juga mendorong penguatan pendidikan agama bagi ibu-ibu, generasi muda, hingga anak-anak. Berbagai program yang dijalankan berfokus pada peningkatan pemahaman keislaman, penguatan karakter, serta menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an dan Nabi Muhammad SAW.

Manfaat Khataman Al-Qur’an bagi Kehidupan Spiritual Umat

Khataman Al-Qur’an merupakan tradisi yang telah lama dijalankan umat Islam sebagai bentuk kedekatan dengan kitab suci sekaligus sarana memperkuat spiritualitas. Selain menjadi momentum untuk menyelesaikan bacaan Al-Qur’an, kegiatan ini juga sering dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memanjatkan doa bersama untuk keselamatan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, khataman Al-Qur’an kerap menjadi ruang refleksi yang menghadirkan ketenangan dan optimisme bagi para jamaah.

Baca juga: Lapas Brebes Perkuat Pembinaan Spiritual Lewat Pengajian dan Tahlil Rutin

Lebih dari sekadar khataman, majelis ini aktif membina berbagai lapisan masyarakat. Kaum ibu mendapatkan pengajian rutin setiap Rabu dan Ahad yang mencakup kajian Al-Qur’an, rawi, sholawat, dan keislaman aplikatif. Sementara itu, generasi muda dibekali ilmu agama dan karakter sebagai pemimpin masa depan, termasuk anak-anak yang dilatih hadrah untuk menumbuhkan kecintaan pada Nabi Muhammad SAW.

Tuan rumah acara, H. Malik Mahboob Ahmad, turut menyerukan gerakan nasional penguatan spiritual. Ia mengusulkan empat poin: Khatam Al-Qur’an untuk Bangsa, Gerakan Doa Lintas Agama, Kewajiban Moral Spiritual, dan Munajat Nasional. Empat poin ini diharapkan dapat menjadi penguat moril dan spiritual bangsa, menjadikan doa sebagai napas perjuangan di setiap lini kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *