Beritakota.id, Jakarta – Perang yang berlangsung di Iran selama lebih dari dua pekan terakhir memicu dinamika menarik di pasar keuangan global. Dua aset yang selama ini sama-sama dianggap sebagai safe haven—dolar AS dan emas—justru bergerak ke arah yang berbeda.
Sejak 2 Maret, indeks dolar AS atau DXY, yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama dunia, tercatat naik sekitar 2,1% hingga awal perdagangan Jumat. Sebaliknya, kontrak berjangka emas justru turun sekitar 3,1% pada periode yang sama.
Perbedaan arah ini terutama dipicu oleh perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Lonjakan harga energi yang terkait dengan konflik di Timur Tengah diperkirakan dapat meningkatkan tekanan inflasi global, sehingga mendorong bank sentral AS mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Baca juga : Emas Rebound di Tengah Eskalasi Geopolitik Timur Tengah
Ekspektasi Suku Bunga Jadi Faktor Penentu
Suku bunga yang lebih tinggi biasanya meningkatkan daya tarik dolar AS di mata investor global. Imbal hasil yang lebih besar dari aset berbasis dolar membuat arus modal asing mengalir ke Amerika Serikat, sehingga memperkuat nilai mata uang tersebut.
Selain itu, posisi Amerika Serikat sebagai eksportir energi bersih juga memberikan dukungan tambahan bagi dolar. Ketika konflik di Timur Tengah mengganggu pasokan energi, sejumlah negara mencari sumber alternatif, termasuk dari Amerika Serikat, yang pada akhirnya meningkatkan permintaan terhadap dolar.
Di sisi lain, emas cenderung bergerak berlawanan arah dengan suku bunga. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil atau bunga, emas biasanya kurang diminati ketika tingkat suku bunga tinggi. Investor cenderung beralih ke instrumen keuangan yang memberikan return lebih besar.
Akibatnya, meskipun ketegangan geopolitik biasanya mendukung kenaikan harga emas, tekanan dari ekspektasi suku bunga tinggi kali ini justru membuat logam mulia tersebut kehilangan sebagian daya tariknya di pasar global. (Lukman Hqeem)

