Beritakota.id, Jakarta – Panitia Kerja (Panja) AMDK Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi terhadap upaya PT Tirta Investama dalam menjaga keseimbangan lingkungan melalui berbagai program konservasi air dan pengelolaan limbah.

Ketua Tim Panja AMDK, Evita Nursanty, menyampaikan bahwa hasil pemaparan perusahaan sejalan dengan temuan di lapangan saat kunjungan ke pabrik Aqua di Klaten, Jawa Tengah. “Berbagai upaya sudah dilakukan, mulai dari sumur resapan, sumur pantau, hingga penghijauan yang berjalan dengan baik,” ujar Evita di Jakarta, dalam keterangan resminya Selasa (14/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Panja menemukan bahwa Aqua telah memasang sistem monitoring digital di sumur pompa untuk memastikan pengambilan air tanah tetap terukur dan tidak berlebihan. Teknologi ini memungkinkan pemantauan debit air secara real-time guna mencegah eksploitasi.

Anggota Panja lainnya, Eva Monalisa, juga menyoroti praktik baik perusahaan dalam pengelolaan limbah plastik dan program tanggung jawab sosial (CSR). Ia menyebut Aqua telah membangun sumur air bersih di 3 hingga 4 desa sekitar sumber mata air.

“Program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.

Selain itu, pengawasan debit air melalui sumur pantau dinilai efektif dalam menjaga kestabilan lingkungan, termasuk mencegah penurunan muka tanah. Menurut Eva, temuan di lapangan membuktikan bahwa isu eksploitasi air tidak terjadi.

Ke depan, Panja AMDK DPR RI berencana melakukan kunjungan serupa ke seluruh industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia guna memastikan standar pengelolaan lingkungan yang seragam.

Komitmen Aqua & Kolaborasi Ilmiah

Sementara itu, Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto, menegaskan komitmen perusahaan dalam konservasi air berkelanjutan. Aqua bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sejak 2021 untuk mengukur dampak positif pengelolaan air menggunakan metode Volumetric Water Benefit Accounting (VWBA).

Langkah ini bertujuan mencapai target Positive Water Impact 2030, yaitu mengembalikan lebih banyak air ke alam dibandingkan yang digunakan dalam proses produksi.

Dari sisi kemasan, Aqua juga mengedepankan penggunaan galon guna ulang yang dinilai lebih ramah lingkungan. Selain mengurangi limbah, sistem ini juga menghemat energi dan menekan penggunaan plastik baru.

“Kami memastikan seluruh kemasan, baik polikarbonat maupun PET, memenuhi standar keamanan dan dipantau siklus penggunaannya,” jelas Vera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *