Beritakota.id, Brebes – Memasuki hari kedua operasi pencarian, tim gabungan masih belum berhasil menemukan Naruh (78), seorang lansia warga Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, yang dilaporkan hilang sejak Minggu (28/6/2026) sore. Operasi pencarian dihentikan sementara pada Selasa (30/6/2026) pukul 16.00 WIB, dimana belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Tim gabungan memutuskan melanjutkan pencarian pada Rabu (1/7/2026) besok mulai pukul 07.00 WIB.

Operasi pencarian melibatkan personel Polsek Paguyangan, BPBD Kabupaten Brebes, Unit Siaga SAR Brebes, relawan Basarnas, Pemerintah Desa Wanatirta, relawan kebencanaan, serta warga sekitar. Kapolsek Paguyangan AKP Tasudin mengatakan, pencarian dilakukan secara intensif sejak pagi hingga sore dengan membagi personel ke sejumlah regu agar area penyisiran dapat diperluas.

Tim menyisir berbagai lokasi yang diduga menjadi jalur yang dilalui korban, mulai dari kawasan hutan, kebun, semak-semak, jurang, hingga aliran sungai. Selain pencarian darat, petugas juga menghimpun informasi dari masyarakat yang mungkin mengetahui keberadaan korban.

Selama operasi berlangsung, kepolisian turut melakukan pengamanan lokasi, pendataan, dokumentasi, serta mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan petunjuk yang berkaitan dengan korban.

“Hingga pencarian berakhir pada Selasa pukul 16.00 WIB, hasil pencarian masih nihil,” kata AKP Tasudin.

Baca juga : Setelah Tiga Hari Hilang, Pria Lansia di Losari Brebes Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi

Hilang Sejak Minggu Sore

Berdasarkan keterangan keluarga, Naruh terakhir terlihat pada Minggu sekitar pukul 17.00 WIB ketika keluar rumah seorang diri tanpa memberi tahu tujuan.

Korban diketahui memiliki kebiasaan beribadah ke musala serta pergi ke kebun yang berada di belakang rumah. Karena tidak kunjung kembali hingga keesokan harinya, keluarga bersama warga melakukan pencarian secara mandiri di sekitar kebun, kawasan hutan, dan lokasi yang biasa didatangi korban.

Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga kejadian dilaporkan kepada Pemerintah Desa Wanatirta dan Polsek Paguyangan untuk mendapatkan bantuan pencarian.

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Unit Siaga SAR Brebes pada Senin (29/6/2026). Menindaklanjuti informasi adanya kondisi yang membahayakan manusia, Kantor SAR Cilacap mengirim satu tim rescuer lengkap dengan peralatan navigasi, mountaineering, medis, dan komunikasi.

Kepala Kantor SAR Cilacap, M. Abdullah, menjelaskan bahwa setibanya di lokasi, tim segera berkoordinasi dengan unsur terkait, melakukan asesmen, kemudian memulai penyisiran di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban. Meski demikian, hingga akhir hari kedua operasi belum ditemukan tanda-tanda keberadaan Naruh.

Vegetasi Rapat dan Cuaca Menjadi Tantangan Pencarian

Tim SAR menyebut pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Vegetasi hutan yang cukup rapat serta kondisi cuaca yang berubah-ubah membuat proses penyisiran membutuhkan ketelitian dan waktu lebih lama.

Karena itu, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Rabu pagi dengan memperluas area pencarian dan melibatkan seluruh unsur yang telah bergabung sejak hari pertama.

Tim gabungan berharap korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat, sekaligus mengimbau masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun mengenai keberadaan Naruh agar segera menyampaikannya kepada petugas di lapangan atau pihak kepolisian. (Lukman Hqeem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *