Beritakota.id, Jakarta – Edukasi menstruasi kini mulai dipandang sebagai kebutuhan penting, bukan lagi topik yang tabu. Di Indonesia, masih banyak remaja putri yang menghadapi menstruasi pertama tanpa pemahaman yang memadai, sehingga menimbulkan rasa canggung, cemas, hingga ketidaknyamanan dalam beraktivitas.
Data dari UNICEF Indonesia (2020) menunjukkan bahwa satu dari empat anak perempuan belum mendapatkan informasi tentang menstruasi sebelum mengalaminya. Kondisi ini berdampak pada kesiapan mental dan fisik, serta berpotensi memengaruhi kepercayaan diri dan interaksi sosial mereka di lingkungan sekolah.
Menjawab tantangan tersebut, PT Uni-Charm Indonesia Tbk menghadirkan program edukasi kesehatan reproduksi dan menstruasi bagi remaja putri. Program ini menyasar siswi sekolah menengah dengan pendekatan yang interaktif, aman, dan mudah dipahami.
Dalam kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman dasar mengenai siklus menstruasi, cara menjaga kebersihan area intim, hingga pentingnya mengganti pembalut secara rutin. Diskusi terbuka juga menjadi bagian penting untuk mendorong keberanian bertanya sekaligus menghapus stigma yang selama ini melekat pada isu menstruasi.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, Kardiana Dewi, menekankan bahwa menjaga kebersihan area reproduksi harus dilakukan secara konsisten, baik saat menstruasi maupun di luar periode tersebut.
“Kelembapan berlebih dapat meningkatkan risiko iritasi dan pertumbuhan mikroorganisme,” ujarnya.
Ia menjelaskan, langkah sederhana seperti membersihkan area intim dari arah depan ke belakang menggunakan air bersih serta menjaga kondisi tetap kering dapat membantu mencegah gangguan kesehatan. Selama menstruasi, pembalut disarankan untuk diganti setiap 3–4 jam, terutama saat aliran darah deras, guna meminimalkan risiko infeksi dan iritasi.
Baca juga: Unicharm Luncurkan Pembalut Bio Material untuk Bisnis Berkelanjutan
Selain itu, pemilihan produk dengan daya serap optimal dan permukaan yang tetap kering juga berperan penting dalam menjaga kenyamanan. Untuk penggunaan saat tidur, pembalut berukuran lebih panjang dapat membantu mencegah kebocoran dan meningkatkan kualitas istirahat.
Presiden Direktur Unicharm, Yasutaka Nishioka, menyampaikan bahwa edukasi menstruasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung perempuan Indonesia agar lebih percaya diri.
“Edukasi ini diharapkan dapat membantu generasi muda memahami tubuhnya dan memaksimalkan potensi untuk meraih mimpi,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pengetahuan, pemahaman terhadap menstruasi juga menjadi langkah awal dalam membangun rasa percaya diri. Ketika remaja perempuan mengenal tubuhnya dengan baik, mereka dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut atau stigma.
Ke depan, Unicharm berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukasi yang relevan dan berkelanjutan sebagai bagian dari peran perusahaan dalam mendampingi setiap fase kehidupan perempuan.
Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi di Indonesia. Dengan edukasi yang tepat, menstruasi tidak lagi menjadi hambatan, melainkan bagian alami dari kehidupan yang dapat dijalani dengan nyaman, sehat, dan penuh percaya diri. (***)

