Beritakota.id, Jakarta – Di tengah ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan mulai melanda Indonesia pada semester kedua 2026, pemerintah mengambil langkah sigap untuk mengamankan pasokan dan menstabilkan harga pangan nasional. Pengawasan ketat difokuskan pada komoditas strategis, terutama kedelai yang rentan terhadap fluktuasi pasokan global, serta beras yang stoknya dipastikan melimpah.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan. “Kami akan kumpulkan para importir, jangan menaikkan harga terlalu tinggi,” tegasnya dalam rilis resmi Kementan, Rabu (8/4/2026). Imbauan serupa juga ditujukan kepada seluruh pelaku usaha pangan, didukung pemantauan intensif dan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Kabar baik datang dari sektor beras, di mana Mentan memastikan stok nasional saat ini mencapai 4,6 juta ton, angka tertinggi dalam sejarah. Proyeksi hingga April 2026 menunjukkan stok beras bisa menyentuh 5 juta ton, jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya. Ketersediaan pangan secara keseluruhan, termasuk produksi, diperkirakan mencapai 28 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10-11 bulan ke depan.
BMKG Prediksi Musim Kemarau Lebih Kering Akibat El Nino
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, memaparkan bahwa El Nino, fenomena pemanasan permukaan laut di Samudra Pasifik, berpotensi memicu penurunan curah hujan dan kekeringan di Indonesia.
Prediksi BMKG mengindikasikan El Nino akan berada pada kategori lemah hingga moderat, dengan peluang 50-80 persen. Meski prediksi Maret-April masih memiliki ketidakpastian akibat fenomena spring predictability barrier, tingkat kepercayaan diprediksi meningkat pada Mei 2026, memberikan gambaran kondisi iklim hingga enam bulan mendatang. Musim kemarau 2026 diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dari biasanya, yang tentunya berpotensi memengaruhi sektor pangan.
Meskipun demikian, pemerintah tetap optimis bahwa ketahanan pangan nasional akan terjaga dan stabilitas harga dapat dipertahankan di tengah tekanan global.

