Beritakota.id, Jakarta – Di tengah tekanan ekonomi global akibat konflik geopolitik 2026, PT Esensi Solusi Buana (ESB) menghadirkan inovasi teknologi untuk sektor kuliner melalui partisipasinya dalam ajang ALLFood Indonesia 2026 yang digelar pada 15–18 April 2026 di ICE BSD, Tangerang.

Mengusung konsep “The Lean-Service Era”, ESB menawarkan ekosistem teknologi terintegrasi guna membantu pelaku usaha food & beverage (F&B) menjaga efisiensi dan profitabilitas di tengah kenaikan harga bahan baku dan pelemahan daya beli.

Kondisi ekonomi global yang dipicu konflik di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, telah mendorong lonjakan harga minyak mentah hingga USD 99,57 per barel. Dampaknya, biaya energi dan logistik meningkat signifikan, menekan margin bisnis kuliner.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), biaya bahan baku dapat mencapai 63,81% dari total pengeluaran usaha, sementara 23,92% operasional restoran masih bergantung pada proses manual. Hal ini menuntut pelaku usaha untuk segera bertransformasi ke sistem digital yang lebih efisien.

Co-Founder & CEO ESB, Gunawan, menyatakan bahwa krisis global justru menjadi momentum bagi pelaku usaha F&B untuk beralih ke teknologi terintegrasi.

“Dalam kondisi margin yang semakin tipis, setiap rupiah harus dikelola dengan presisi. Ekosistem ESB dirancang untuk memangkas pemborosan, mengontrol biaya, dan menjaga profitabilitas bisnis kuliner,” ujarnya.

Solusi Teknologi ESB untuk Bisnis Kuliner

ESB menghadirkan empat pilar utama dalam ekosistemnya:

  • ESB POS: Aplikasi kasir berbasis cloud untuk memantau transaksi secara real-time dan meningkatkan efisiensi operasional.
  • ESB Core (ERP): Sistem manajemen terintegrasi untuk stok, akuntansi, dan pengadaan bahan baku, dengan potensi efisiensi hingga 35%.
  • ESB Order: Platform omnichannel yang mengintegrasikan dine-in, delivery, dan pemesanan online, dengan peningkatan transaksi hingga 63%.
  • OLIN AI: Aplikasi berbasis kecerdasan buatan untuk analisis data dan rekomendasi bisnis dengan akurasi hingga 98%.

Baca juga: ESB Masuk Daftar Forbes Asia “100 to Watch” 2025

Dengan adopsi teknologi ini, pelaku usaha dapat lebih adaptif dalam menghadapi fluktuasi harga bahan baku dan perubahan perilaku konsumen.

Kolaborasi dengan IWARE Perkuat Ekosistem

Partisipasi ESB dalam ALLFood Indonesia 2026 juga didukung oleh IWARE sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini menghadirkan solusi end-to-end, menggabungkan software ESB dengan perangkat hardware berkualitas untuk mendukung transformasi digital bisnis kuliner.

Direktur Utama IWARE, Sugiharto, menegaskan bahwa teknologi menjadi fondasi utama ketahanan bisnis di tengah ketidakpastian global.

“Kami melihat kebutuhan digitalisasi di sektor F&B semakin mendesak. Kolaborasi ini diharapkan membantu pelaku usaha berinvestasi secara cerdas dan efisien,” ujarnya.

Dorong Transformasi Digital F&B Indonesia

Melalui keikutsertaannya di pameran ini, ESB menegaskan bahwa teknologi bukan sekadar alat operasional, tetapi mitra strategis dalam pertumbuhan bisnis. ESB juga menawarkan promo khusus, termasuk diskon hingga 50% selama acara berlangsung.

Pengunjung ALLFood Indonesia 2026 di ICE BSD dapat mencoba langsung berbagai solusi teknologi ESB, mulai dari sistem kasir, manajemen operasional, hingga analisis berbasis AI, serta berkonsultasi dengan tim IWARE terkait kebutuhan perangkat pendukung.

Dengan pendekatan ini, ESB optimistis dapat membantu pelaku usaha kuliner Indonesia tetap bertahan dan berkembang di tengah krisis ekonomi global yang penuh ketidakpastian. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *