Beritakota.id, Jakarta – Di tengah ketidakpastian global, Indonesia justru menampilkan ketahanan ekonomi yang relatif solid. William Simadiputra, Indonesia’s Head of Research DBS Group Research, menilai bahwa kekuatan permintaan domestik masih menjadi jangkar utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Inflasi yang terjaga memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk mempertahankan kebijakan moneter yang mendukung stabilitas dan aktivitas ekonomi,” ujarnya. Dari sisi fiskal, konsolidasi yang berkelanjutan turut memperkuat kepercayaan investor dan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dalam jangka menengah.
Baca juga : Ini Kata Pakar DBS soal Kondisi Makroekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
William melihat peluang investasi domestik terbuka lebar pada sektor-sektor yang ditopang konsumsi masyarakat, seperti ritel dan e-commerce. Peningkatan adopsi digital mempercepat transformasi sektor ini, menjadikannya relevan bagi investor jangka menengah hingga panjang. Selain itu, percepatan pembangunan infrastruktur—khususnya energi terbarukan—dinilai sejalan dengan agenda transisi energi nasional dan tren global keberlanjutan.
Dari sisi regional, posisi strategis Indonesia di ASEAN memberikan keunggulan tersendiri. Diversifikasi arus perdagangan dan investasi regional membantu meredam sebagian risiko eksternal. Reformasi regulasi, transformasi digital, serta pengembangan kerangka keuangan berkelanjutan semakin memperluas pilihan investasi yang tersedia.
Menjawab dinamika tersebut, Natalina Syabana, Head of Segmentation, Liabilities, and Secured Lending PT Bank DBS Indonesia, menegaskan komitmen DBS dalam mendampingi nasabah. “Fokus kami adalah menghadirkan layanan advisory yang relevan dan terstruktur agar nasabah dapat mengambil keputusan investasi berdasarkan pemahaman yang mendalam,” ujarnya.
Melalui DBS Treasures dan DBS Treasures Private Client, nasabah memperoleh akses pada wawasan global DBS Chief Investment Office, strategi portofolio yang dipersonalisasi, hingga alternatif aset. Untuk kebutuhan yang lebih kompleks, DBS juga menyediakan solusi Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dengan pendekatan yang sangat terkurasi.
Di tengah volatilitas global, DBS menutup pesannya dengan satu benang merah: ketahanan portofolio tidak dibangun dari spekulasi, melainkan dari strategi yang disiplin, adaptif, dan berorientasi jangka panjang. (Lukman Hqeem)

