Beritakota.id, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, GoTo, melalui Yayasan GoTo Merah Putih (YGMP), mengambil langkah konkret dengan memberikan ratusan rompi khusus kepada mitra pengemudi (driver) penyandang tunarungu. Inisiatif ini bukan hanya sekadar pemberian, tetapi simbol nyata apresiasi dan dukungan terhadap dedikasi para driver dalam memberikan layanan terbaik.
Acara penyerahan rompi khusus dilakukan secara simbolis di Kantor Gojek Kemang Timur, Jakarta, dan akan didistribusikan secara bertahap kepada ratusan mitra driver tunarungu di seluruh Indonesia. Rompi ini dirancang khusus sebagai alat identifikasi, membantu pelanggan memahami kondisi driver, dan memudahkan komunikasi selama perjalanan.
“Jujur, saya sering merasa minder,” ungkap Filifus Effendi, seorang mitra driver tunarungu yang hadir dalam acara tersebut. “Saya sangat berterima kasih. Rompi baru ini keren dan membuat saya lebih percaya diri dan membantu saya untuk lebih produktif setiap harinya,” pungkasnya dalam keterangan resminya kepada Beritakota.id, Kamis (4/11/2025).
YGMP mengakui tantangan yang dihadapi oleh mitra driver tunarungu, khususnya keterbatasan komunikasi yang dapat memengaruhi produktivitas. Temuan internal Gojek menunjukkan bahwa para mitra membutuhkan solusi untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari.
Ketua Yayasan GoTo Merah Putih, Amelia Sutanto, menegaskan komitmen perusahaan terhadap inklusi: “Kami percaya setiap mitra berhak bekerja dengan aman dan setara, termasuk mereka yang memiliki kesulitan pendengaran,’’ sebutnya.
Selain rompi khusus, GoTo dan Gojek telah mengimplementasikan berbagai dukungan lain, termasuk fitur chat otomatis, pelatihan komunikasi, identitas khusus di aplikasi, dan pelatihan pelayanan prima.
“Dukungan untuk mitra disabilitas adalah bagian dari komitmen kami untuk membangun ekosistem kerja yang aman dan setara,” tambah Amelia. “Kami meyakini bahwa keterbatasan tidak pernah menghalangi para mitra untuk terus berkarya dan memberikan dampak positif bagi komunitas,’’ ujarnya.
Langkah ini menunjukkan komitmen berkelanjutan GoTo dalam menciptakan ekosistem kerja yang inklusif, di mana setiap mitra memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

