Beritakota.id, Tangerang Selatan – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Soc.Sc menjadi keynote speaker pada Seminar Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 Genap di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Senin (27/7/2026).
Acara tersebut juga dihadiri Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dan Wali Kota Pariaman, Yota Balad, S.STP., M.Si.
Yusril Ihza Mahendra dalam sambutannya menekankan pentingnya mendalami ilmu pengetahuan secara berkelanjutan guna menghadapi tantangan masa kini maupun masa depan.
Dia mengingatkan bahwa perkembangan pengetahuan berjalan seiring dengan peradaban manusia, sehingga para lulusan tidak boleh merasa puas hanya dengan menyelesaikan studi formal.
”Kita tidak bisa menganggap bahwa hari ini studi kita sudah selesai, karena kita akan terus menghadapi tantangan-tantangan baru,” ujar Yusril di hadapan 1.700 calon wisudawan dari berbagai daerah.
Salah satu poin utama yang digarisbawahi oleh Yusril adalah pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Menurutnya, meski AI membawa dampak besar bagi kemajuan peradaban, teknologi ini juga menghadirkan tantangan serius, terutama dari sisi etika dan hukum.
Yusril juga menyoroti risiko penggunaan AI yang tidak terkontrol, seperti potensi pelanggaran kerahasiaan dan perlindungan data pribadi, perusakan nilai-nilai budaya, hingga tindakan penjiplakan (plagiarisme).
”Kita harus memanfaatkan kemajuan Artificial Intelligence untuk kepentingan kita, namun tetap mempertimbangkan secara sungguh-sungguh batasan etika dan hukum yang menjadi pedoman. Jangan sampai kita terjerumus pada penggunaan yang merusak,” tegasnya.
Dia pun berpesan agar para lulusan UT terus bekerja tekun di tengah masyarakat dan tidak berhenti menimba ilmu pengetahuan.
“Kita hidup dalam zaman yang terus-menerus akan mengalami perubahan dan karena itu pengetahuan kita harus terus diupdate sejalan dengan pekembangan kemajuan zaman itu sendiri,” pungkas Yusril.
Baca juga: Lulusan Universitas Terbuka Raih Juara Internasional di Tokyo, Imam Pesuwaryantoro Harumkan Nama Indonesia
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si menggarisbawahi pesan penting yang disampaikan Menko Yusril terkait pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) di era digital saat ini.
Menurutnya, perkembangan AI harus disikapi secara bijak dengan tetap mengedepankan nilai-nilai etika dan moral.
”Pemanfaatan AI tetap pada posisi sebagai alat dan media untuk membantu kita bekerja dan belajar secara efektif. Namun di atas itu semua, ada etika dan moral yang harus menjadi patokan serta penimbang seluruh aktivitas kita agar tidak melampaui hal yang seharusnya,” kata Prof Ali.
Seminar Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 Genap tidak hanya berfungsi sebagai pembekalan menjelang wisuda, seminar ini juga menjadi momentum bagi Universitas Terbuka untuk memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis.
Hal itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., dan Wali Kota Pariaman, Yota Balad, S.STP., M.Si., serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Beasiswa Sarjana Kebajikan Muamalat 2025 antara Universitas Terbuka dan Betsy E. Jiesral selaku perwakilan Baitulmaal Muamalat.
Kolaborasi tersebut mempertegas komitmen UT untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Seminar Wisuda UT tidak hanya menghadirkan para tokoh nasional, tetapi juga menyuguhkan cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan. Melalui sesi motivasi, Prof. Gorky M. Sembiring
mengajak para calon wisudawan untuk berani melangkah, terus belajar, dan siap menghadapi tantangan setelah meninggalkan bangku kuliah.
Semangat itu terasa semakin nyata lewat kisah para calon wisudawan yang hadir, mulai dari Titik Sumarlin yang menjadi calon wisudawan tertua, saudara kembar Muhammad Rafly Syafarudin Yusuf dan Muhammad Refly Syafarudin Yusuf yang berhasil menempuh pendidikan bersama, hingga pasangan suami istri Iqbal Allie Bayhaqy dan Galuh Tika Pratiwi yang sama-sama akan meraih gelar dari Universitas Terbuka. Kisah mereka menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan menuju wisuda memiliki cerita dan perjuangannya masing-masing.
Berbagai rangkaian dalam Seminar Wisuda tersebut menegaskan bahwa perjalanan seorang calon wisudawan tidak berhenti pada pencapaian akademik semata. Melalui inspirasi dari para tokoh nasional, penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, hingga kisah perjuangan para calon wisudawan, Universitas Terbuka ingin memastikan bahwa setiap peserta memasuki prosesi wisuda dengan bekal pengetahuan, jejaring, dan semangat untuk terus berkarya.
Bagi UT, seminar ini bukan sekadar agenda pendamping wisuda, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen bahwa pendidikan tinggi harus melahirkan manusia yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.

