Beritakota.id, Jakarta — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2026. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam naik signifikan sebesar Rp30.000 menjadi Rp2.790.000 per gram.

Kenaikan ini menjadi sinyal rebound setelah sehari sebelumnya, Selasa (5/5/2026), harga emas sempat turun cukup dalam sebesar Rp35.000 ke level Rp2.760.000 per gram. Sementara pada Senin (4/5/2026), harga emas juga tercatat melemah tipis Rp1.000 ke posisi Rp2.795.000 per gram.

Secara tahunan, kinerja harga emas Antam sepanjang 2026 masih menunjukkan tren positif. Sejak awal tahun pada 1 Januari 2026 yang berada di level Rp2.488.000 per gram, harga emas telah menguat sekitar 12 persen. Adapun rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) sempat menyentuh Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Tertahan Inflasi, Laju Kenaikan Terbatas

Tak hanya harga jual, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga mengalami kenaikan. Pada Rabu (6/5/2026), harga buyback naik Rp35.000 menjadi Rp2.580.000 per gram.

Dalam ketentuan transaksi, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback.

Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, konsumen juga dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP, sesuai dengan ketentuan PMK No 34/PMK.10/2017.

Berikut rincian harga emas Antam per pecahan pada Rabu (6/5/2026), belum termasuk pajak:

  • 0,5 gram: Rp1.445.000
  • 1 gram: Rp2.790.000
  • 2 gram: Rp5.520.000
  • 3 gram: Rp8.255.000
  • 5 gram: Rp13.725.000
  • 10 gram: Rp27.395.000
  • 25 gram: Rp68.362.000
  • 50 gram: Rp136.645.000
  • 100 gram: Rp273.212.000
  • 250 gram: Rp682.765.000
  • 500 gram: Rp1.365.320.000
  • 1.000 gram: Rp2.730.600.000

Penguatan harga emas ini mencerminkan dinamika pasar yang masih fluktuatif, sekaligus memperkuat posisi emas sebagai instrumen investasi yang diminati masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *