Beritakota.id, Jakarta – Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengindikasikan Presiden RI Prabowo Subianto memiliki agenda kuat untuk memberantas praktik korupsi dan inefisiensi dalam jajaran birokrasi. Dalam sebuah forum internasional, Hashim menyatakan Presiden Prabowo akan melakukan pembersihan terhadap pejabat yang dianggap sebagai “telur busuk” yang menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.
Pernyataan ini disampaikan Hashim di tengah isu mundurnya sejumlah pejabat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurutnya, “telur-telur busuk” ini menjadi hambatan serius bagi kemajuan ekonomi. “Sekarang, tinggal masalah membersihkan ‘telur-telur busuk’ ini. Terus terang, akan ada pejabat yang dicopot, saya rasa denda sangat besar akan dijatuhkan,” ungkap Hashim dalam forum China Conference Southeast Asia di St Regis, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Upaya pembersihan ini dipastikan tidak hanya menyasar birokrasi, tetapi juga menyasar para elite yang terlibat dalam kejahatan korporat dan perusakan lingkungan.
Hashim merinci, Presiden Prabowo tidak akan ragu untuk menindak tegas elite-elite yang terlibat praktik kriminal dan merusak lingkungan. Sebagai bukti, pemerintah telah mencabut izin 28 perusahaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat karena terindikasi kuat merusak lingkungan hingga menyebabkan bencana pada akhir November 2025.
Langkah tegas ini diambil meski beberapa perusahaan diduga memiliki koneksi dengan tokoh kuat. Selain itu, tindakan serupa juga akan menyasar pelaku manipulasi pasar modal, termasuk dalang di balik praktik “saham gorengan” yang merugikan investor kecil.
“Semua opsi ada di atas meja,” tegas Hashim mengenai penegakan hukum bagi pelaku kejahatan ekonomi.

