Beritakota.id, Jakarta – Pemerintah Arab Saudi melalui Mahkamah Agung Arab Saudi resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini diambil setelah hilal atau bulan sabit muda Syawal tidak terlihat dalam pemantauan yang dilakukan pada Rabu malam (18/3/2026) waktu setempat.
Dengan hasil tersebut, umat Islam di Arab Saudi akan menyempurnakan ibadah puasa Ramadan menjadi 30 hari atau dikenal dengan istilah istikmal.
Sebelumnya, otoritas setempat telah mengimbau masyarakat di seluruh penjuru negeri untuk melakukan rukyatul hilal pada Selasa (17/3/2026). Namun, karena posisi bulan belum memenuhi kriteria visibilitas, awal bulan Syawal ditetapkan mundur sehari.
Penetapan ini sekaligus memastikan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri akan digelar serentak di berbagai wilayah Arab Saudi pada Jumat pagi, sekitar 15 menit setelah matahari terbit.
Momen penentuan hilal menjadi penanda berakhirnya bulan suci Ramadan dan dimulainya perayaan Idulfitri, yang di Arab Saudi biasanya berlangsung meriah hingga satu pekan penuh.
Di berbagai kota besar seperti Riyadh dan Jeddah, suasana Lebaran mulai terasa. Pusat perbelanjaan dipadati warga yang berburu pakaian baru, aneka makanan, serta kebutuhan rumah tangga untuk menyambut hari kemenangan.
Idulfitri di Arab Saudi bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga momentum mempererat tali silaturahmi. Tradisi berkumpul bersama keluarga besar, berbagi hidangan khas, hingga saling memberi hadiah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini.
Dengan penetapan ini, umat Muslim di berbagai negara pun mulai menanti keputusan serupa dari otoritas masing-masing terkait penentuan 1 Syawal 1447 H.

