Beritakota.id, Jakarta – Jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia 2026 resmi dirilis dengan penerbangan dimulai pada 22 April hingga 21 Mei 2026. Ribuan jemaah akan diberangkatkan secara bertahap dari berbagai embarkasi menuju Arab Saudi, dengan fase awal ke Madinah sebelum dialihkan ke Jeddah.

Berdasarkan data resmi maskapai Saudi Airlines yang dirilis Jumat (17/4/2026), seluruh penerbangan haji Indonesia dijadwalkan berjalan sesuai rencana.

Keberangkatan dilakukan dari sejumlah embarkasi utama seperti Palembang, Jakarta (CGK), Kertajati, Surabaya, dan Batam. Jadwal keberangkatan menggunakan Waktu Indonesia Barat (WIB), sementara waktu kedatangan mengikuti Waktu Arab Saudi (WAS).

Penerbangan perdana menuju Madinah dimulai pada 22 April 2026 dengan beberapa kloter awal, antara lain:

Palembang (PLM-1) pukul 07.10 WIB
Jakarta (JKS-1) pukul 07.10 WIB
Jakarta (JKG-2) pukul 09.10 WIB
Kertajati (KJT-1) pukul 09.15 WIB
Surabaya (SUB-1) pukul 09.30 WIB

Jadwal Makin Padat, Penerbangan Hingga Dini Hari

Pada periode 23 hingga 30 April 2026, jadwal penerbangan semakin padat dengan tambahan kloter dari berbagai daerah. Bahkan, sejumlah penerbangan dilakukan pada dini hari, seperti kloter SUB-3 yang berangkat pukul 01.10 WIB.

Memasuki awal Mei, gelombang keberangkatan ke Madinah masih berlangsung tinggi sebelum memasuki fase peralihan. Mulai 7 Mei 2026, penerbangan jemaah haji Indonesia mulai dialihkan ke Jeddah sebagai pintu masuk alternatif.

Kloter awal menuju Jeddah di antaranya:

SUB-57 (Surabaya) pukul 08.15 WIB
BTH-15 (Batam) pukul 08.25 WIB
JKG-18 (Jakarta) pukul 16.55 WIB

Setelah itu, penerbangan berlangsung hampir setiap jam dari berbagai embarkasi hingga puncaknya pada pertengahan Mei.

Kloter terakhir dijadwalkan berangkat pada 21 Mei 2026, termasuk:

SUB-116 pukul 23.00 WIB
BTH-25 pukul 21.00 WIB

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengatakan penguatan layanan tahun ini difokuskan pada kebutuhan jemaah lansia yang mencapai sekitar 18.000 orang atau sekitar 18% dari total jemaah, serta jemaah berkebutuhan khusus.

“Kami menghadirkan layanan yang lebih adaptif dan inklusif, mulai dari asistensi mobilitas di darat dan udara, hingga penguatan peran awak kabin dalam memastikan kenyamanan dan kemudahan jemaah selama penerbangan. Ini jadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan haji yang tidak hanya aman tetapi penuh empati dan kemudahan bagi seluruh jemaah,” lanjut Glenny dalam keterangan resminya, Jumat (17/4/2026).

Sebagai bagian dari peningkatan layanan, Garuda Indonesia menyediakan berbagai fasilitas penunjang. Di antaranya wheelchair di setiap embarkasi, ambulift di embarkasi Jakarta dan Solo, bus jemaah dengan fasilitas toilet, penggunaan garbarata di sejumlah embarkasi, layanan penanganan bagasi khusus, hingga fasilitas buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz.

Selain itu, awak kabin disiagakan untuk memberikan asistensi intensif selama penerbangan, terutama bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas. Untuk menunjang kenyamanan perjalanan jarak jauh, maskapai juga menyediakan dua kali makanan utama (full meals) dan satu kali makanan ringan (snack), fasilitas hiburan dalam pesawat (inflight entertainment), serta portable bidet di lavatory.

Selain itu, Garuda juga menyiapkan lebih dari 1.085 awak pesawat, yang terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit, serta 139 petugas darat haji guna mendukung kelancaran mobilisasi jemaah di seluruh embarkasi.

Pada musim haji tahun ini, Garuda Indonesia akan melayani sedikitnya 102.502 jemaah yang terbagi dalam 278 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi, yakni Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok. Pelaksanaan haji 2026 menjadi momentum perdana bagi Garuda Indonesia dalam melayani keberangkatan jemaah dari embarkasi Yogyakarta melalui Bandara Internasional Yogyakarta.

Pemberangkatan jemaah dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 21 April hingga 21 Mei 2026. Fase keberangkatan menuju Madinah berlangsung pada 21 April hingga 6 Mei 2026, sedangkan menuju Jeddah pada 7 hingga 21 Mei 2026. Adapun fase pemulangan dijadwalkan pada 1 hingga 30 Juni 2026.

Penerbangan perdana akan dimulai dengan keberangkatan kloter pertama dari embarkasi Yogyakarta pada Selasa (21/4) pukul 23.40 WIB dengan nomor penerbangan GA 6501 menggunakan armada Airbus A330-300.

Glenny menambahkan, stabilitas biaya haji tahun ini juga didukung oleh peran pemerintah di tengah dinamika harga avtur, sehingga jemaah dapat lebih fokus mempersiapkan ibadah.

“Keberhasilan operasional haji merupakan hasil dari kolaborasi erat lintas ekosistem, mulai dari regulator, otoritas kebandarudaraan, hingga seluruh lini operasional Garuda Indonesia Group mulai dari perawatan pesawat, layanan katering, hingga dukungan kargo. Sinergi ini menjadi fondasi utama kami dalam memastikan mandat besar negara ini dapat dijalankan secara optimal,” tandas Glenny.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *