Beritkaota.id, Jakarta – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta semakin serius dalam mengembangkan pariwisata Ramah Muslim di tahun 2025 dan menargetkan pertumbuhan signifikan di tahun 2026.

Komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi erat dengan Asosiasi Industri Tour & Travel Indonesia (AITTA) DPD Jakarta serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Iffan, Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparekraf, menegaskan bahwa wisata Ramah Muslim merupakan salah satu prioritas utama untuk membangun Jakarta sebagai destinasi unggulan.

“Kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan asosiasi, termasuk AITTA, serta melibatkan kedutaan besar dari berbagai negara seperti kedutaan besar Spanyol, Turki, Bosnia, Uzbekistan, India dan Taiwan untuk menarik wisatawan Muslim ke Jakarta,” ujarnya kepada awak media, Senin, (17/11/2025).

Ia juga mengatakan, Disparekraf DKI Jakarta memiliki sejumlah strategi jitu untuk mencapai target tersebut, di antaranya. Pembinaan Teknis: Meningkatkan kapasitas pelaku usaha pariwisata melalui bimbingan teknis untuk memastikan layanan yang memenuhi standar Ramah Muslim.

Baca juga: Djohari Somad Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua DPD AITTA Jakarta

Lanjutnya, memastikan ketersediaan fasilitas yang memadai, seperti tempat ibadah yang nyaman dan destinasi wisata yang memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim.

” Kolaborasi membangun ekosistem yang kondusif melalui kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah daerah. Serta memfasilitasi proses sertifikasi halal untuk memastikan kepercayaan wisatawan terhadap produk dan layanan yang ditawarkan,” pungkasnya.

Iffan juga mengungkapkan optimisme terhadap potensi ekonomi pariwisata ramah Muslim di Jakarta.

“Potensi ekonomi dari wisata ramah Muslim sangat besar. Kami berharap, dengan upaya yang terus kami lakukan, target penerimaan sebesar 7,05 triliun rupiah tahun depan dapat tercapai,” katanya.

AITTA DPD Jakarta Siap Berkontribusi

Sementara itu, Djohari Somad, Ketua DPD AITTA, menyambut baik langkah-langkah yang diambil oleh Disparekraf. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mempromosikan pariwisata ramah Muslim di Jakarta.

“Kami memiliki sekitar 400 agen perjalanan aktif yang siap memasarkan paket wisata ramah Muslim,” ujarnya dalam AITTA Jakarta Travel Mart (AJTM) di Jakarta.

Djohari juga menyoroti pentingnya menghilangkan dikotomi antara wisata halal dan wisata lainnya. “Kami ingin memastikan bahwa pariwisata ramah Muslim adalah pengalaman yang inklusif dan terbuka bagi semua wisatawan,” tambahnya.

Program Nyata dan Inisiatif Mendatang

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, AITTA bersama Disparekraf akan menggelar berbagai program nyata, seperti:

Family Trip: Mengundang perwakilan dari berbagai kota dan negara untuk merasakan langsung pengalaman wisata ramah Muslim di Jakarta.

Pengembangan Destinasi: Mengidentifikasi dan mempromosikan destinasi wisata yang ramah Muslim, seperti masjid-masjid bersejarah, Kota Tua, serta restoran yang menyajikan makanan halal.

“Kami ingin Jakarta tidak ketinggalan dalam pengembangan wisata ramah Muslim. Kami yakin, dengan kerjasama yang baik, Jakarta dapat menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan Muslim dari seluruh dunia,” pungkas Djohari.

Dengan strategi yang terencana dan dukungan dari berbagai pihak, Jakarta optimis dapat meraih potensi besar dari pariwisata ramah Muslim, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan citra kota di mata dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *