Beritakota.id, Jakarta – Timnas Padel Indonesia terus mematangkan persiapan menghadapi Asian Games 2026. Selain menjalani latihan intensif, Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) menguji kemampuan para atlet melalui laga uji coba internasional melawan Kazakhstan.

Pertandingan yang digelar di Rana Grounds, Jakarta, pada Senin (13/7/2026) itu dimanfaatkan sebagai ajang mengukur kemampuan atlet, membangun kekompakan antarpasangan, sekaligus memetakan kekuatan calon lawan di ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

Timnas Indonesia menurunkan empat pasangan, terdiri atas satu pasangan putri dan tiga pasangan putra.

Pada laga pembuka sektor putri, pasangan Novela Rezha/Beatrice Gumulya tampil impresif setelah mengalahkan wakil Kazakhstan dalam dua set langsung dengan skor 6-0 dan 6-2.

Novela mengatakan, pertandingan internasional seperti ini menjadi bagian penting dalam persiapan menuju Asian Games 2026.

“Agenda ini bagus menurut saya karena kita bisa scouting lawan nanti bagaimana di Asian Games, sekaligus latihan chemistry dengan pasangan,” ujar Novela usai pertandingan.

Di sektor putra, Indonesia menurunkan tiga pasangan, yakni Bryan Husin/Irfandy Hendrawan, Edison Alvin/Giorgio Soemarno, serta Afullah Paul/Valentinus Adyasmaka.

Wakil Ketua Umum I PBPI, Mochtar Sarman, menjelaskan laga uji coba melawan Kazakhstan terlaksana karena tim tersebut sedang berada di Indonesia untuk mengikuti turnamen FIP Bronze.

“Kebetulan tim Kazakhstan sedang berada di Indonesia untuk mengikuti FIP Bronze. Jadi kami rasa ini kesempatan yang baik untuk sekalian kita uji coba timnas kita,” kata Mochtar.

Menurutnya, pertandingan internasional menjadi sarana penting untuk mengukur kesiapan atlet sebelum tampil di Asian Games.

Baca juga: PBPI Bidik Olimpiade 2032, Siapkan Atlet Muda dan Liga Pro Padel Indonesia

“Timnas Padel Indonesia juga sudah dipilih. Nah kita coba tes, kira-kira nanti di Asian Games seperti apa. Jadi ini sparring, saya rasa ini cukup bagus dan harus sering-sering dilakukan,” ujarnya.

Mochtar mengungkapkan PBPI telah menetapkan nama-nama atlet yang akan memperkuat Timnas Padel Indonesia di Asian Games 2026. Namun, pengumuman resmi akan disampaikan dalam waktu dekat.

“Nama-nama sudah confirm, mungkin belum bisa kami rilis, tapi dalam waktu dekat akan kami sampaikan,” katanya.

Mochtar menilai persaingan padel di tingkat Asia akan berlangsung sengit, terutama dari negara-negara Timur Tengah seperti Kuwait dan Qatar yang menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, ia optimistis Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

“Kalau di Asia memang kita punya banyak saingan yang cukup baik, khususnya dari Kuwait dan Qatar. Tapi dari Asia Tenggara, kami cukup percaya diri bisa bersaing,” ujarnya.

PBPI juga berharap kehadiran tim pelatih baru dapat meningkatkan performa tim nasional dibandingkan pencapaian pada Piala Asia sebelumnya.

“Kita sudah punya coaching baru. Semoga kita bisa melebihi apa yang kita dapatkan di Piala Asia tahun lalu,” tambahnya.

Untuk Asian Games 2026, PBPI memasang target realistis. Tim putra diharapkan mampu menembus lima besar, sedangkan tim putri ditargetkan melampaui prestasi medali perunggu yang diraih pada Piala Asia sebelumnya.

“Untuk tim putra, kalau bisa mendapatkan lima besar kami sudah sangat senang. Tapi yang mendapat tekanan justru tim putri, karena harus lebih baik dari hasil perunggu di Piala Asia kemarin. Yang jelas, kami akan memberikan yang terbaik,” tutup Mochtar. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *