Beritakota.id, Jakarta – PT Kereta Api Pariwisata atau KAI Wisata menjalin kerja sama strategis dengan PT Adya Tours (Via Indonesia) untuk memperluas pemasaran layanan pariwisata berbasis kereta api. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai B2B Partnership dan Marketing Strategic Partnership yang berlangsung di Jakarta pada 9 Maret 2026.
Kerja sama ini menjadi langkah penting bagi KAI Wisata dalam memperkuat jaringan pemasaran sekaligus membangun sinergi dengan pelaku industri perjalanan. Melalui kemitraan tersebut, kedua perusahaan berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih mudah diakses dan terintegrasi bagi pelanggan, baik domestik maupun mancanegara.
Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji, mengatakan kolaborasi ini diharapkan membuka peluang pengembangan berbagai program bersama, mulai dari strategi pemasaran, pengembangan paket wisata hingga optimalisasi layanan pariwisata berbasis kereta api.
“Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah baru dalam menghadirkan inovasi program pemasaran serta pengembangan layanan pariwisata yang lebih luas di masa mendatang,” ujar Raden Agus.
Dalam kemitraan tersebut, berbagai paket wisata yang disediakan KAI Wisata untuk segmen business-to-business (B2B) akan terintegrasi melalui platform VIA.com milik Via Indonesia. Integrasi ini diharapkan mempermudah distribusi produk wisata kereta api ke jaringan agen perjalanan yang lebih luas, termasuk pasar luar negeri.
Baca juga: Momen Mudik Jadi Spesial, KAI Wisata Hadirkan Hiburan Budaya di Stasiun Pasar Senen
KAI Wisata menilai teknologi dan jaringan global yang dimiliki Via Indonesia dapat menjadi solusi untuk memperluas jangkauan layanan serta memberikan kemudahan bagi pelanggan yang ingin melakukan perjalanan bisnis maupun berwisata di Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan juga menargetkan peningkatan minat wisatawan terhadap layanan pariwisata berbasis kereta api, yang dinilai menawarkan pengalaman perjalanan yang nyaman, aman, serta memiliki nilai tambah dari sisi destinasi.
Sinergi antara industri transportasi dan perjalanan wisata tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pariwisata nasional sekaligus mendorong promosi destinasi Indonesia kepada wisatawan internasional.

