Beritakota.id, Jakarta – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menyatakan keyakinan penuh bahwa industri otomotif nasional memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial, khususnya jenis pick-up, di dalam negeri. Pernyataan ini disampaikan di tengah adanya rencana impor kendaraan dari India.

Saat ini, GAIKINDO beranggotakan 61 perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi kendaraan roda empat atau lebih mencapai 2,5 juta unit per tahun. Khusus untuk kendaraan komersial jenis pick-up (penggerak 4×2), terdapat tujuh perusahaan anggota GAIKINDO yang memproduksi, yaitu PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dan PT Astra Daihatsu Motor.

Ketujuh perusahaan tersebut memiliki total kapasitas produksi kendaraan pick-up yang mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun, namun belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Baca juga: IIMS 2026 Sukses Dongkrak Transaksi Otomotif di Awal Tahun

Kendaraan jenis ini umumnya telah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi, mencapai lebih dari 40%, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia berkat dukungan jaringan servis yang luas. Produksi kendaraan penggerak 4×4 juga dimungkinkan, meskipun memerlukan persiapan waktu lebih.

Putu Juli Ardika, Ketua Umum GAIKINDO, menegaskan bahwa anggota GAIKINDO dan industri pendukungnya, termasuk Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM), memiliki kapabilitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

“Sebenarnya anggota GAIKINDO dan juga industri-industri pendukungnya… mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” ujarnya.

Baca juga: IIMS 2026 Jadi Debut Perdana Mobil Changan

Pemberian kesempatan dan waktu yang memadai kepada produsen dalam negeri diharapkan dapat mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada serta mencegah potensi pengurangan tenaga kerja.

Hal ini mengingat penjualan kendaraan bermotor dalam negeri beberapa tahun terakhir tertekan, meskipun angka ekspor ke 93 negara terus positif dengan lebih dari 518.000 unit. Seluruh ekosistem industri otomotif ini sendiri menyerap sekitar 1,5 juta pekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *