Beritakota.id, Brebes Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Brebes sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 2.257 kasus. Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Brebes mencatat, sebelas orang meninggal dunia meski telah menjalani perawatan medis. Penyebaran kasus terjadi hampir di seluruh wilayah kecamatan di Brebes.

Pelaksana Tugas Kepala Dinkesda Brebes, dr. Tambah Raharjo, mengatakan lonjakan kasus DBD dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya perubahan cuaca yang ditandai hujan dan panas silih berganti. Selain itu, rendahnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat turut memperparah kondisi tersebut.

“Kasus tertinggi terjadi pada Mei dengan 423 pasien. Setelah itu cenderung menurun hingga akhir tahun,” kata Tambah, Senin, 5 Januari.

Data Dinkesda menunjukkan, jumlah kasus DBD pada Januari tercatat 307 kasus, Februari 306, Maret 301, April 299, Mei 423, Juni 83, Juli 107, Agustus 74, September 141, Oktober 79, November 70, dan Desember 61 kasus.

Menurut Tambah, masih banyaknya genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Karena itu, ia menegaskan upaya paling efektif mencegah DBD adalah disiplin menjalankan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan membersihkan tempat penampungan air, serta langkah pencegahan tambahan lainnya.

“Fogging hanya bersifat pengendalian, bukan solusi utama. Penggunaan pestisida berlebihan juga berisiko dan bisa membuat nyamuk menjadi kebal,” ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Brebes, dr. Ignasius Adhi Pujo Astowo, menjelaskan data pasien terbagi dalam dua kategori utama, yakni demam dengue dan DBD. Kasus demam dengue tercatat paling banyak terjadi pada Mei dengan 382 kasus, sedangkan kasus DBD tertinggi terjadi pada Maret dengan 51 kasus.

Adapun sebelas kematian akibat DBD tersebar di sejumlah wilayah kerja puskesmas, antara lain Wanasari dan Brebes masing-masing dua kasus, serta Kaliwadas, Bandungsari, Losari, Kersana, Siwuluh, Jagalempeni, dan Kluwut masing-masing satu kasus.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Brebes melalui Wakil Direktur Pelayanan, Pengendalian, dan Mutu, dr. Aries Suparmiyati, Sp.A, menyebutkan rumah sakit tersebut merawat 479 pasien DBD sepanjang 2025. Jumlah pasien terbanyak dirawat pada Maret, Mei, dan Juni.

“Dari total pasien yang dirawat intensif, delapan orang meninggal dunia akibat infeksi virus DBD,” kata Aries.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *