Beritakota.id, Tangerang – Sekitar dua juta warga Indonesia tercatat memilih berobat ke luar negeri setiap tahun dengan total pengeluaran mencapai Rp180 triliun. Dana besar tersebut sebagian besar mengalir ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah bersama pengembang kawasan mendorong penguatan layanan kesehatan kelas dunia di dalam negeri melalui pengembangan kawasan khusus. Salah satunya adalah Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten yang berada di kawasan BSD City.
Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten, Lindawaty Chandra, mengatakan kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus destinasi layanan kesehatan internasional di Indonesia.
“Dalam dua tahun operasional terakhir, kawasan ini telah mengamankan komitmen investasi sebesar Rp1,19 triliun,” ujar Lindawaty saat acara buka puasa bersama jurnalis yang digelar oleh Sinar Mas Land di Tangerang, Banten, Jumat (6/3/2026).
Target Investasi Rp18,8 Triliun
KEK ETKI Banten ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024 dan dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang mencakup sektor kesehatan, pendidikan, teknologi, serta industri kreatif.
Menurut Lindawaty, kawasan ini memiliki target investasi jangka panjang mencapai Rp18,8 triliun dalam 20 tahun mendatang.
“Kami ingin menghadirkan ekosistem lengkap yang mendukung pengembangan pendidikan, teknologi, hingga layanan kesehatan berstandar internasional,” jelasnya.
Saat ini, kawasan tersebut juga mulai menarik minat institusi global. Salah satunya adalah Monash University dari Australia yang memperluas layanan pendidikannya dengan membuka tiga program sarjana (S1) di kawasan tersebut.
Selain sektor pendidikan, lebih dari 10 pelaku usaha di bidang kesehatan juga telah bergabung dalam pengembangan kawasan ini. Pengelola KEK ETKI Banten bahkan tengah memfinalisasi rencana kehadiran rumah sakit internasional di dalam kawasan.
Insentif Pajak Hingga 20 Tahun
Untuk menarik investor global, KEK ETKI Banten menawarkan berbagai insentif fiskal yang kompetitif, termasuk pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) badan hingga 20 tahun melalui skema tax holiday. Selain itu, terdapat juga pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk barang modal.
Selain insentif pajak, kawasan ini juga menawarkan kemudahan perizinan serta ekosistem bisnis yang terintegrasi dengan konsep kota pintar di BSD City.
Kawasan tersebut dikelilingi ekosistem hunian besar di Serpong dengan populasi sekitar 500.000 jiwa di BSD City serta potensi pasar mencapai 31 juta penduduk di wilayah Jabodetabek.
“Infrastruktur integrated smart city di BSD City memberikan keyakinan bagi mitra internasional. Kami siap menghadirkan fasilitas kelas dunia bagi investor,” ujar Lindawaty.
Sementara itu, Strategy Advisor KEK ETKI Banten/D-Hub SEZ, Mulyawan Gani, menyatakan kawasan ini memiliki potensi besar menjadi pusat ekonomi baru di Indonesia.
“Kami optimistis KEK ETKI Banten di BSD City akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional,” katanya.
KEK ETKI Banten sendiri merupakan salah satu kawasan ekonomi khusus yang ditetapkan pemerintah pada 7 Oktober 2024. Sejak Desember 2025, kawasan ini juga telah beroperasi sebagai kawasan pabean guna mempercepat arus barang dan impor bagi pelaku usaha yang beroperasi di dalamnya.
Dengan berbagai fasilitas dan insentif yang ditawarkan, kawasan ini diharapkan mampu menahan arus devisa keluar negeri sekaligus mendorong Indonesia menjadi pusat layanan kesehatan dan pendidikan berkelas internasional.

