Beritakota.id, Cirebon – Upaya memperkuat daya saing industri kerajinan nasional terus dilakukan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Salah satunya melalui program pendampingan teknis diversifikasi produk bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Cirebon. Program ini menjadi bagian dari rangkaian Road to HUT Dekranas 2026 yang bertujuan mendorong IKM naik kelas dan menembus pasar global.

Kegiatan yang berlangsung pada 14–17 April 2026 di Patra Cirebon Hotel & Convention ini dibuka oleh Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan. Turut hadir Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon, Suhartono, serta Ketua Dekranasda Kabupaten Cirebon, Nunung Roosmini Imron.

Dalam sambutannya, Budi menegaskan bahwa industri kerajinan memiliki peran strategis sebagai sektor padat karya sekaligus penyumbang devisa negara. Berdasarkan data Kemenperin, nilai ekspor kerajinan nasional pada 2025 mencapai USD 806,63 juta atau tumbuh 15,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren positif ini berlanjut pada Januari 2026 dengan nilai ekspor sebesar USD 52,38 juta, meningkat 19,49 persen secara tahunan.

“Potensi sektor kerajinan sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Pelaku IKM harus terus berinovasi agar mampu bersaing di pasar global,” ujar Budi.

Sebagai salah satu sentra kerajinan unggulan di Jawa Barat, Kabupaten Cirebon mencatat nilai ekspor lebih dari USD 432 juta pada 2025. Produk unggulannya meliputi rotan dan furnitur, serta kerajinan khas seperti batik Mega Mendung, kerajinan kerang, rajut, kulit, hingga gerabah yang telah memiliki pasar tersendiri.

Pemerintah daerah juga memperkuat fondasi industri melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Cirebon 2025–2045. Regulasi ini memprioritaskan tiga sektor utama, yaitu industri makanan dan minuman berbasis hasil pertanian dan laut, industri kerajinan berbasis rotan, kayu, dan bambu, serta industri pakaian jadi dan batik.

Baca juga: Kemenperin Tingkatkan Daya Saing IKM Alas Kaki Ciomas Hadapi Dinamika Pasar

Diversifikasi produk menjadi strategi kunci dalam meningkatkan daya saing IKM. Dengan pendekatan ini, pelaku usaha dapat mengembangkan variasi produk berbasis bahan baku dan proses produksi yang serupa, sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas tanpa menambah beban biaya besar.

Di era digital, inovasi juga semakin didukung oleh pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membaca tren pasar dan menciptakan desain produk yang adaptif. Selain itu, pemasaran digital melalui berbagai platform online menjadi langkah penting agar produk IKM dapat menjangkau pasar nasional hingga internasional.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah turut diperkuat melalui berbagai program pembinaan. Dekranasda Kabupaten Cirebon, misalnya, menginisiasi program Akademia Creatif Cirebon (ACC) yang memberikan pelatihan intensif selama enam bulan. Program ini mencakup pengembangan desain, pemilihan bahan baku, efisiensi produksi, hingga manajemen keuangan dan pemasaran.

Hasil nyata mulai terlihat, salah satunya dari pelaku IKM kerajinan kulit yang berhasil menembus pasar ekspor hingga ke Rusia. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendampingan berkelanjutan mampu membuka akses pasar global bagi pelaku usaha daerah.

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Kemenperin menghadirkan berbagai program penguatan IKM, seperti bimbingan teknis, pengembangan sentra industri, fasilitasi pameran, layanan klinik kemasan, fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta program e-smart IKM.

“Kami berharap pemerintah daerah terus memperkuat fasilitasi kepada perajin agar semakin mandiri dan kompetitif. Kunci utamanya adalah kreativitas, inovasi, dan konsistensi dalam menjaga kualitas produk,” tutup Budi.

Melalui program ini, Kemenperin optimistis pelaku IKM kerajinan di Cirebon mampu meningkatkan kapasitas usaha dan daya saingnya, sehingga berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional serta mampu menembus pasar global. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *