Beritakota.id, Jakarta – Guna mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan ratusan relawan ahli teknis. Sebanyak 402 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian PU dilepas langsung oleh Menteri PU, Dody Hanggodo, di Auditorium Kementerian PU pada Kamis (18/12/2025). Para relawan ini membawa keahlian spesifik di bidang sumber daya air, jalan dan jembatan, bangunan gedung, kawasan permukiman, penyehatan lingkungan, jasa konstruksi, serta pembiayaan infrastruktur.
“Kehadiran relawan ini adalah bukti kesiapsiagaan dan pengabdian insan PUPR. Kami tidak hanya membangun, tetapi juga membangun kembali dengan lebih baik pascabencana, mengusung konsep ‘build back better’,” ujar Menteri Dody saat pelepasan.
Ia menekankan bahwa penugasan ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada Ibu Pertiwi, di mana para relawan dituntut untuk menerapkan ilmu dan pengalaman mereka demi percepatan penanganan, mulai dari tahap tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang terdampak.
Rincian penempatan relawan adalah 234 orang di Aceh, 101 orang di Sumatera Utara, dan 67 orang di Sumatera Barat, sesuai dengan kebutuhan prioritas penanganan di masing-masing daerah. Keahlian multidisiplin yang dibawa oleh para relawan ini diharapkan mampu memberikan solusi efektif dan terintegrasi dalam memulihkan sektor pekerjaan umum, termasuk sumber daya air, bina marga, cipta karya, dan prasarana strategis lainnya.
Sebelumnya, Kementerian PU telah menurunkan 310 personel dan mengerahkan 692 unit alat berat, 19 jembatan Bailey, serta berbagai sarana pendukung lainnya.
Menteri Dody berpesan agar para relawan senantiasa menjaga kekompakan, memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, menumbuhkan empati terhadap korban, serta menjaga integritas dan nama baik Kementerian PU selama bertugas.
Komposisi keahlian yang matang ini dirancang untuk memastikan penanganan darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

