Beritakota.id, Jakarta – PT Kimia Farma Apotek (“KFA”) mengambil langkah strategis dalam memperkuat struktur keuangan perusahaan melalui penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA) bersama lima bank nasional. Penandatanganan perjanjian tersebut dilaksanakan pada Selasa (16/12/2025) di Jakarta.
Adapun lima bank yang menjadi kreditur dalam kesepakatan ini adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank DKI, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk. Restrukturisasi ini mendapat dukungan dari Danantara Asset Management (DAM).
Baca juga :Komitmen Kimia Farma Wujudkan Indonesia Glowing Bersama Marvee Clinic
Restrukturisasi keuangan ini dilakukan sebagai respons atas dinamika dan tantangan finansial yang dihadapi KFA sejak April 2024. Manajemen KFA menilai penataan keuangan secara menyeluruh menjadi langkah penting untuk memperkuat fondasi finansial dan operasional perusahaan, sekaligus memastikan keberlanjutan layanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Kesepakatan restrukturisasi tersebut disepakati untuk jangka waktu 10 tahun. Periode ini diharapkan dapat memberikan ruang yang memadai bagi KFA untuk memperbaiki arus kas, meningkatkan kinerja usaha, serta mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Perjanjian MRA ini ditandatangani oleh Pelaksana Tugas Direktur Utama sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Merchandising & Pengembangan Bisnis KFA, Junus Koswara, bersama Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM KFA, Dadan Ramdhani, serta para perwakilan kreditur.
Dalam sambutannya, Junus Koswara menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh mitra perbankan. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan dari para mitra perbankan. Restrukturisasi ini merupakan langkah strategis bagi KFA untuk memperkuat struktur keuangan, menata arus kas secara lebih sehat, serta membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan layanan di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Langkah restrukturisasi ini mencerminkan keyakinan dan dukungan mitra perbankan terhadap soliditas serta prospek jangka panjang KFA. Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat, KFA optimistis dapat meningkatkan daya saing di industri layanan kesehatan nasional.
Sebagai anak perusahaan PT Kimia Farma Tbk, KFA merupakan jaringan apotek terbesar dan salah satu penyedia layanan kesehatan terkemuka di Indonesia. Saat ini, KFA mengelola lebih dari 1.500 outlet yang mencakup apotek, klinik, dan laboratorium medis di berbagai wilayah Indonesia. Perseroan menyediakan layanan kesehatan yang komprehensif, mulai dari obat bebas dan obat resep, vitamin dan produk nutrisi, produk perawatan kulit dan kecantikan, hingga alat dan produk kesehatan lainnya. (Herman Effendi / Lukman Hqeem)

