Beritakota.id, Bogor – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan bahwa eskalasi konflik di Venezuela tidak akan berdampak pada negosiasi tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini disampaikan untuk menepis kekhawatiran terkait potensi gangguan terhadap perjanjian dagang yang telah direncanakan.
Prasetyo menegaskan bahwa proses penyusunan legal drafting kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS tetap berjalan sesuai jadwal, yaitu pada tanggal 12 hingga 19 Januari.
“Dokumen tersebut nantinya akan menjadi dasar perjanjian yang akan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump pada akhir Januari 2026. Pemerintah Indonesia berharap seluruh kesepakatan dapat segera dituangkan dalam dokumen tersebut,”kata Prasetyo setelah retret menteri di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
Sebelumnya, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa substansi utama perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) telah disepakati kedua negara.
“Perjanjian ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan Juli 2025, di mana tarif produk Indonesia ke AS diturunkan dan Indonesia mendapatkan pengecualian tarif khusus untuk sejumlah produk unggulan,”ungkapnya.
Sebagai balasan, Indonesia berkomitmen menghapus tarif untuk produk AS dan menghapus hambatan nontarif, termasuk ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada sektor tertentu.

