Beritakota.id, Jakarta – Dompet Dhuafa mencatatkan pertumbuhan penghimpunan kurban nasional sebesar 12,93 persen pada momentum Iduladha 1447 Hijriah. Peningkatan tersebut memperkuat posisi lembaga filantropi ini sebagai salah satu pelopor distribusi hewan kurban yang menjangkau wilayah pelosok Indonesia hingga kawasan krisis kemanusiaan dunia seperti Palestina, Sudan, Somalia, dan Myanmar.
Berdasarkan data per 30 Mei 2026 pukul 15.55 WIB, total penghimpunan kurban Dompet Dhuafa mencapai 40.204 ekor setara domba/kambing. Jumlah tersebut terdiri atas 28.740 ekor melalui Program Tebar Hewan Kurban (THK) dan 11.464 ekor dari Mitra Jejaring Kurban.
Dari capaian tersebut, sebanyak 2.504.748 penerima manfaat berhasil merasakan manfaat daging kurban yang disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.
Baca juga: Dompet Dhuafa Hadirkan Kurban Unta hingga Sapi Raksasa, Tebar Manfaat sampai Palestina
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap program kurban yang dijalankan Dompet Dhuafa, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.
“Alhamdulillah, syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas keberkahan kurban tahun ini. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan kurbannya melalui Dompet Dhuafa. Pertumbuhan 12,93 persen ini menunjukkan kepercayaan publik yang terus terjaga,” ujar Ahmad Juwaini saat penutupan Program Kurban 1447 H di Philanthropy Building, Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Distribusi Kurban Menjangkau Daerah 3T dan Zona Krisis Dunia
Tidak hanya mencatat pertumbuhan penghimpunan, Dompet Dhuafa juga memperluas jangkauan distribusi kurban hingga wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses pangan.
Di Indonesia, distribusi kurban menjangkau 25 provinsi, 106 kabupaten/kota, 468 kecamatan, dan 750 desa atau kelurahan. Penyaluran diprioritaskan ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), kawasan terdampak bencana, serta wilayah dengan tingkat kerentanan sosial yang tinggi.
Sementara di tingkat global, daging kurban disalurkan ke sejumlah negara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan, seperti Palestina, Sudan, Somalia, dan Myanmar.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Tebar Hewan Kurban (THK) yang telah dijalankan Dompet Dhuafa sejak 1994 untuk memastikan pemerataan distribusi kurban kepada masyarakat yang jarang mendapatkan akses daging kurban.
“Melalui program ini, kami berupaya menghadirkan keberkahan kurban hingga ke pelosok negeri dan wilayah yang membutuhkan. Seluruh hewan kurban yang diterima telah dipastikan dipotong dan didistribusikan secara tepat sasaran,” kata Ahmad.
Baca juga: Gerindra: Bantuan 1.098 Sapi Kurban Presiden dari APBN Sah dan Wujud Kehadiran Negara untuk Rakyat
Kurban Unta di Somalia Jadi Terobosan Baru
Ketua Program Kurban Dompet Dhuafa 1447 H, Ali Bastoni, mengungkapkan salah satu inovasi yang dilakukan tahun ini adalah menghadirkan program kurban unta untuk masyarakat Somalia.
Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dengan total penghimpunan mencapai 46 ekor unta yang disalurkan kepada warga di negara Afrika Timur tersebut.
Menurut Ali, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat kurban di wilayah yang menghadapi tantangan pangan dan kemanusiaan.
Selain itu, Dompet Dhuafa juga menghadirkan kurban sapi berbobot jumbo seberat 1,2 ton di kawasan Zona Madina Dompet Dhuafa, Kemang, Parung, Bogor. Satu ekor sapi tersebut mampu menjangkau lebih dari 400 kepala keluarga penerima manfaat.
“Keberhasilan program kurban tahun ini tidak lepas dari kolaborasi para peternak pemberdaya, relawan, mitra jejaring kurban, dan seluruh pihak yang terlibat dalam setiap tahapan pelaksanaan program,” ujar Ali.
Kurban Jadi Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Peternak
Selain memiliki nilai ibadah dan sosial, program kurban juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi peternak lokal. Melalui pola pemberdayaan yang dijalankan selama bertahun-tahun, Dompet Dhuafa melibatkan peternak binaan dari berbagai daerah untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban.
Skema tersebut membantu meningkatkan pendapatan peternak sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat di sektor peternakan.
Dengan pertumbuhan penghimpunan yang konsisten dan jangkauan distribusi yang semakin luas, Dompet Dhuafa optimistis program kurban dapat terus menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan sekaligus memperkuat solidaritas kemanusiaan di tingkat nasional maupun global. (Adv)

