Beritakota.id, Brebes – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan integritas petugas melalui pelaksanaan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) dan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) kepada pengguna layanan melalui aplikasi Star Survei 3A Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan selama periode bulan Maret 2026, Kamis (2/4).
Pelaksanaan survei ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), serta mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Survei dilakukan secara langsung kepada masyarakat pengguna layanan, khususnya keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan dan pengunjung layanan di Lapas Brebes, guna memperoleh gambaran objektif terkait kualitas pelayanan dan integritas petugas.
Proses pelaksanaan survei diawali dengan sosialisasi kepada pengguna layanan terkait tata cara pengisian survei melalui aplikasi Star Survei 3A, sehingga responden dapat memberikan penilaian secara jujur, transparan, dan akuntabel. Selanjutnya, data yang terkumpul dilakukan rekapitulasi dan pengolahan secara sistematis untuk menghasilkan indikator penilaian yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan hasil pelaksanaan survei periode Maret 2026, Lapas Brebes berhasil memperoleh nilai agregat Kepuasan Masyarakat sebesar 98,10 dari skala 100 atau 3,92 dari skala 4 dengan kategori Sangat Baik. Capaian ini menunjukkan bahwa pelayanan publik yang diberikan telah berjalan optimal dan mampu memenuhi harapan masyarakat pengguna layanan. Tidak hanya itu, hasil survei juga menunjukkan tidak adanya sentimen negatif dari responden, yang mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap integritas dan profesionalisme petugas semakin meningkat.
Selain menjadi indikator keberhasilan pelayanan, hasil survei ini juga menjadi bahan evaluasi penting bagi Lapas Brebes dalam mengidentifikasi aspek layanan yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain peningkatan profesionalisme petugas, optimalisasi sarana dan prasarana layanan, serta penguatan budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan prima.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Brebes, Gowim Mahali menyampaikan bahwa hasil survei ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pelaksanaan survei SPKP dan SPAK ini menjadi bahan evaluasi bagi kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga integritas petugas. Hasil yang sangat baik ini harus kita pertahankan dan terus ditingkatkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Gowim Mahali.
Lebih lanjut, Gowim menegaskan bahwa komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik tidak hanya berhenti pada capaian hasil survei, tetapi harus diwujudkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari oleh seluruh jajaran.
Dengan capaian tersebut, Lapas Brebes akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan melalui inovasi, penguatan pengawasan internal, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Hal ini diharapkan mampu menciptakan pelayanan publik yang semakin responsif, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Ke depan, pelaksanaan survei SPKP dan SPAK akan terus dilakukan secara berkala sebagai instrumen evaluasi berkelanjutan guna memastikan bahwa setiap layanan yang diberikan tetap berada pada standar terbaik. Dengan demikian, Lapas Brebes optimis dapat mempertahankan bahkan meningkatkan capaian yang telah diraih, sekaligus memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju WBBM secara nyata dan berkelanjutan.

