Beritakota.id, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Mahakarya Pictures menghadirkan livery kereta tematik serta instalasi kreatif di stasiun yang terinspirasi dari film Pelangi di Mars. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperluas promosi film nasional sekaligus menghadirkan pengalaman mudik Lebaran yang lebih nyaman dan berkesan.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyampaikan bahwa kolaborasi ini membuka ruang promosi yang lebih luas bagi karya kreatif Indonesia, khususnya film keluarga, sekaligus memperkuat peran negara dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang aman dan menyenangkan.
“Kolaborasi ini memberi peluang bagi film Indonesia seperti Pelangi di Mars untuk semakin dikenal publik melalui medium transportasi publik seperti kereta api. Momentum mudik dan libur Lebaran pun terasa lebih semarak dengan aktivasi yang imajinatif,” ujarnya.
Di Stasiun Gambir, penumpang akan disambut dengan suasana berbeda melalui instalasi visual bertema film tersebut. Berbagai elemen seperti karakter robot hingga detail set film dihadirkan untuk menciptakan pengalaman interaktif, sekaligus menjadi spot menarik bagi pemudik untuk berfoto.
Sementara itu, salah satu rangkaian KA Argo Dwipangga tampil dengan livery khusus berwarna cerah yang menampilkan karakter utama dan elemen robotik dari film Pelangi di Mars. Perpaduan desain kereta dan dekorasi stasiun menghadirkan atmosfer perjalanan yang lebih segar, terutama bagi keluarga dan anak-anak.
Produser film, Dendi Reynando, menyebut kehadiran film anak di Indonesia masih terbatas, sehingga Pelangi di Mars diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan Intellectual Property (IP) lokal yang berkelanjutan.
Baca juga: Pelangi di Mars, Film Animasi Lokal yang Usung Mimpi Anak Indonesia
“Film anak di Indonesia masih terbatas. Kami berharap Pelangi di Mars dapat menjadi bagian dari upaya membangun IP lokal yang terus berkembang,” ujarnya.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menambahkan bahwa kereta api merupakan ruang publik yang dapat menghadirkan pengalaman berbeda bagi pelanggan.
“Melalui livery kereta dan dekorasi stasiun, kami ingin perjalanan menjadi lebih berwarna dan semakin dekat dengan karya kreatif Indonesia,” katanya.
Sebelumnya, kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan KAI juga telah menghadirkan berbagai IP lokal pada momentum Ramadan, mudik Lebaran 2025, hingga periode Natal dan Tahun Baru. Keberlanjutan program ini menunjukkan komitmen dalam mendukung industri kreatif nasional sekaligus memperkaya pengalaman pelanggan transportasi publik.
Film Pelangi di Mars sendiri dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momentum libur Lebaran, sehingga menjadi pilihan tontonan keluarga yang hangat, imajinatif, dan penuh pesan positif. (***)

