Beritakota.id, Brebes – Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Brebes selatan, Minggu (8/2/2026) dini hari, memicu longsor dahsyat di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu tidak hanya memutus akses utama jalan kabupaten ruas Cilibur-Langkap, namun juga merusak talud penahan tebing dan bangunan sekolah.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menegaskan pemerintah kabupaten akan bergerak cepat menangani dampak bencana ini. “Keselamatan masyarakat dan kelancaran transportasi menjadi prioritas utama,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (8/3/2026).
Longsor susulan pada pagi harinya bahkan sempat menggerus talud penahan tebing dan kamar mandi SMP 3 Muhammadiyah Paguyangan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun warga yang terpaksa mengungsi.
Meskipun demikian, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes telah melakukan asesmen dan merekomendasikan relokasi jalur jalan sebagai solusi utama.
Kepala DPU Brebes, Dani Asmoro, menjelaskan bahwa jalur baru akan diarahkan ke sisi timur jalan saat ini.
“Penanganan harus dilakukan secara cermat karena kondisi lereng masih berpotensi longsor,” imbuh Bupati Paramitha, seraya memastikan koordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah terus berjalan untuk mempercepat proses penanganan dan relokasi. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

