Beritakota.id, Jakarta — PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) kembali menegaskan dominasinya di industri pengelolaan investasi nasional setelah meraih tiga penghargaan bergengsi dalam ajang AAM Best of the Best Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Asia Asset Management di Hong Kong.
Dalam ajang tersebut, MAMI berhasil mempertahankan predikat Best Asset Management Company untuk ke-10 kalinya, sekaligus meraih penghargaan Best Bond Manager untuk tahun ketiga berturut-turut. Tak hanya itu, penghargaan individu CEO of the Year juga dianugerahkan kepada Afifa, CEO & President Director MAMI.
Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa industri pengelolaan investasi di Indonesia tidak hanya berkembang dari sisi skala, tetapi juga dari kualitas pengelolaan, inovasi produk, dan konsistensi kinerja. Dalam lanskap yang semakin kompetitif, keberhasilan mempertahankan penghargaan selama satu dekade bukanlah perkara sederhana.
Afifa menyebut, penghargaan ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang perusahaan yang kini memasuki tahun ke-30 kiprahnya di Indonesia. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kekuatan internal perusahaan, mulai dari kualitas talenta hingga disiplin dalam pengelolaan portofolio investasi.
“Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara manajemen risiko yang kuat dan kemampuan menghasilkan alpha secara konsisten,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Lebih jauh, MAMI terus memperluas cakupan layanan investasinya, baik untuk investor ritel maupun institusi. Beragam instrumen seperti reksa dana hingga Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) menjadi tulang punggung strategi bisnis, yang dipadukan dengan pendekatan tata kelola yang ketat serta inovasi berkelanjutan.
Selama enam tahun terakhir sejak 2020, perusahaan ini juga mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan yang signifikan. Tidak hanya bertumpu pada ekspansi bisnis, MAMI turut membangun fondasi internal melalui budaya kerja kolaboratif, kesetaraan, serta pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Akuisisi dan Ekspansi Perkuat Posisi Strategis
Momentum pertumbuhan MAMI semakin diperkuat dengan langkah strategis akuisisi terhadap PT Schroder Investment Management Indonesia yang rampung pada 31 Maret 2026. Langkah ini dinilai bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan upaya memperkuat kapabilitas dan memperluas dampak perusahaan di industri.
Afifa menegaskan bahwa integrasi kedua entitas ini akan membuka peluang baru dalam menghadirkan solusi investasi yang lebih komprehensif. Kombinasi keahlian dan talenta dari kedua perusahaan diharapkan mampu meningkatkan daya saing MAMI di tengah dinamika pasar global.
Dari sisi kinerja, hingga akhir 2025 MAMI mencatat total dana kelolaan mencapai Rp124,3 triliun, dengan pangsa pasar sekitar 11,9% dari total industri yang dihuni hampir 90 manajer investasi. Di segmen reksa dana, MAMI juga memimpin dengan dana kelolaan sebesar Rp63 triliun atau setara 9,3% pangsa pasar.
Tak hanya itu, jumlah investor MAMI telah mencapai 2,6 juta, atau sekitar 12,8% dari total investor reksa dana nasional yang tercatat sebanyak 20,2 juta investor berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia per Desember 2025.
Capaian ini menunjukkan bahwa penetrasi produk investasi semakin meluas, sekaligus mencerminkan meningkatnya literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap instrumen pasar modal.
Founder dan Publisher Asia Asset Management, Tan Lee Hock, menilai MAMI sebagai salah satu pemain kunci yang menunjukkan kepemimpinan kuat di industri. Ia menyoroti keberhasilan perusahaan dalam menghadirkan produk dan layanan yang komprehensif, sekaligus adaptif terhadap perubahan.
Dengan kombinasi kinerja solid, strategi ekspansi, serta inovasi berkelanjutan, MAMI berada pada posisi yang sangat strategis untuk melanjutkan pertumbuhan di masa mendatang.
Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, keberhasilan ini sekaligus menjadi indikator bahwa industri manajer investasi Indonesia kian matang—tidak hanya dalam skala, tetapi juga dalam kualitas tata kelola dan daya tahan menghadapi gejolak pasar. (Lukman Hqeem)

