Beritakota.id, Demak – Kuliner Nusantara tidak hanya kaya rasa, tetapi juga menyimpan jejak sejarah dan budaya yang kuat. Salah satu yang menarik untuk ditelusuri adalah Nasi Kropokhan, makanan khas dari Demak yang dikenal unik karena menggunakan daging kerbau sebagai bahan utamanya.
Dalam bahasa Jawa, “kropokhan” berarti campuran. Nama ini menggambarkan sajian berupa nasi yang disajikan bersama kuah sup berisi daging kerbau, labu putih, dan racikan bumbu sederhana yang meresap kuat. Meski terlihat sederhana, hidangan ini memiliki cita rasa khas yang sulit dilupakan.
Penggunaan daging kerbau dalam Nasi Kropokhan bukan tanpa alasan. Secara historis, masyarakat di wilayah Demak dan Kudus memiliki tradisi tidak mengonsumsi daging sapi sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya dan kepercayaan yang berkembang saat itu. Sebagai alternatif, daging kerbau menjadi pilihan utama dalam berbagai hidangan tradisional.
Menariknya, pada masa lalu Nasi Kropokhan awalnya hanya menggunakan kulit kerbau. Hal ini karena daging kerbau lebih banyak dikonsumsi oleh kalangan bangsawan atau ningrat. Untuk masyarakat umum, kulit kerbau diolah bersama sayuran dan bumbu sederhana agar tetap dapat dinikmati secara luas. Seiring waktu, penggunaan daging kerbau mulai lebih umum sehingga cita rasa hidangan ini semakin kaya.
Baca juga: 10 Masakan Indonesia yang Mendunia: Dari Rendang hingga Nasi Goreng, Kaya Rasa dan Mendunia
Salah satu tempat populer untuk mencicipi Nasi Kropokhan adalah di Warung Makan Seger Waras yang berlokasi di kawasan Bintoro, Demak. Di sini, sajian disuguhkan secara autentik: sepiring nasi putih hangat dengan semangkuk kuah berisi potongan daging kerbau empuk dan labu putih, serta tambahan cabai utuh bagi pecinta sensasi pedas.
Rasa Nasi Kropokhan terbilang unik. Tekstur daging kerbau yang empuk berpadu dengan kuah gurih yang ringan, sementara labu putih memberikan sensasi segar. Perpaduan ini menciptakan harmoni rasa yang sederhana namun berkarakter kuat.
Selain kelezatannya, harga Nasi Kropokhan juga tergolong ramah di kantong, yakni sekitar Rp15.000 per porsi. Dengan harga tersebut, pengunjung tidak hanya menikmati makanan lezat, tetapi juga merasakan bagian dari sejarah kuliner Jawa yang masih lestari hingga kini.
Jika berkunjung ke Demak, Nasi Kropokhan menjadi salah satu kuliner wajib yang patut dicoba—sebuah sajian sederhana dengan cerita panjang di baliknya. (***)

