Beritakota.id, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara menanggapi gejolak yang terjadi di bursa saham pekan lalu. Purbaya menegaskan bahwa peristiwa pada Rabu dan Kamis (28-29 Januari) bukanlah kehancuran pasar modal, melainkan semata-mata kegelisahan sementara para investor. Ia meyakinkan bahwa selama menjabat, pasar akan kembali pulih dengan kuat.

“Itu bukan kehancuran pasar, melainkan hanya kegelisahan sesaat. Begitu mereka menyadari bahwa saya masih menjabat sebagai Menteri Keuangan, pasar akan otomatis pulih dengan sangat kuat seperti yang terjadi hari ini,” ujar Purbaya saat acara Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (3/2/2026). Pernyataan ini disampaikan menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dipicu sentimen negatif dari laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI), bahkan berujung pada pengunduran diri Direktur Utama BEI dan beberapa petinggi OJK.

Data RTI per Selasa (3/2/2026) menunjukkan IHSG ditutup menguat 199,86 poin (2,52%) ke level 8.122,59, setelah sempat dibuka di zona merah.

Purbaya mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang merosot dalam dua tahun terakhir sempat menimbulkan kegelisahan investor, bahkan memicu demonstrasi pada Agustus 2025. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah saat ini sedang membenahi arah perekonomian ke jalur yang benar dan terus mengalami percepatan.

“Sekarang ekonomi bergerak ke arah yang benar dan terus mengalami percepatan, namun karena pengalaman masa lalu tersebut, para investor merasa bahwa pemulihan ekonomi Indonesia akan rapuh,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah sedang memperbaiki transparansi otoritas bursa dan menghilangkan “penyakit” di pasar modal.

Sebagai seorang ekonom yang mumpuni, Purbaya berpesan kepada para investor untuk tidak ragu berinvestasi di Indonesia. Ia menegaskan bahwa Indonesia sedang serius memperbaiki iklim investasi dan kondisi ekonomi dengan mengaktifkan setiap mesin pertumbuhan.

“Saya pikir satu tahun dari sekarang, Indonesia akan menjadi tempat yang jauh lebih baik untuk berinvestasi. Jadi jangan terlambat berinvestasi di negara ini. Jangan ragu, kita bergerak ke arah yang benar. Silakan terus berinvestasi di negara ini,” pungkasnya, meyakinkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya kuat dan terus membaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *