Beritakota.id, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan layanan transportasi publik berbasis rel, yaitu Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) Jakarta, akan beroperasi hingga dini hari pada Malam Tahun Baru 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi lonjakan pergerakan masyarakat yang diperkirakan akan memadati pusat kota, khususnya di kawasan Sudirman-MH Thamrin dan sekitar Monas.
Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta menyatakan bahwa MRT dan LRT akan memperpanjang jam operasional hingga pukul 01.00 WIB. Hal ini merupakan bagian dari rekayasa transportasi dan pengendalian massa untuk memastikan warga memiliki akses transportasi yang aman dan nyaman selepas pergantian tahun.
Kepala Dishub Jakarta, Syafrin Liputo, menegaskan bahwa perpanjangan jam operasional ini penting untuk kelancaran perayaan.
“Selain perpanjangan jam operasional, headway atau jarak kedatangan kereta MRT dan LRT juga akan disesuaikan. Pada jam-jam krusial setelah pergantian tahun, yaitu pukul 00.00 WIB hingga 01.00 WIB, kedua moda transportasi ini akan beroperasi dengan interval lima menit untuk mengurai potensi kepadatan penumpang,”ujarnya.
Pemprov bahkan mengupayakan perpanjangan operasional MRT hingga pukul 02.00 WIB di koridor Sudirman-Thamrin, yang menjadi pusat perayaan car free night dan pesta kembang api.
Sementara itu, layanan Transjakarta juga mengalami penyesuaian rute. Bus Transjakarta masih dapat melintas di kawasan Sudirman-Thamrin hingga sekitar pukul 18.00 WIB, sebelum pembatasan bertahap diberlakukan mulai pukul 19.00 WIB hingga 20.00 WIB, tergantung kondisi lapangan.
Sebanyak 31 rute Transjakarta akan mengalami penyesuaian selama perayaan. Pemprov mengimbau masyarakat untuk memprioritaskan penggunaan transportasi umum seiring dengan penutupan total kendaraan pribadi di ruas Jalan Sudirman, MH Thamrin, hingga Medan Merdeka Barat mulai pukul 18.00 WIB hingga 01.00 WIB.

