Berita Kota, Jakarta — Musyawarah Nasional (Munas) Partai Keadilan Persatuan (PKP) pada 15 Januari 2026 di Hotel Horison Ultima Menteng menjadi momentum kebangkitan PKP setelah beberapa tahun mengalami keterpurukan. Partai gagal menjadi peserta Pemilu dan mengalami disfungsi organisasi dari pusat hingga daerah.

Dewan Pembina PKP, Rully Soekarta, menegaskan kegagalan Pemilu mengguncang struktur partai.

“Struktur dari pusat hingga daerah goncang. Secara de facto, fungsi partai tidak berjalan,” ujarnya.

Namun secara hukum, PKP tetap eksis. Dewan Pembina mengambil alih kendali organisasi untuk menyiapkan Munas melahirkan ketua umum definitif yang berperan sebagai manajer organisasi, bukan penguasa.

“Ketua partai posisinya tinggi, tapi bukan raja, bukan pencari kekuasaan,” tegas Rully. PKP kembali pada semangat pendiri: rakyat adalah pemilik bangsa dan penentu arah aspirasi partai dan negara.

PKP menegaskan kembali ruh awal pendiriannya: “Keadilan dan Persatuan”. Politik tanpa keadilan dan persatuan, menurut Rully, akan menyesatkan bangsa.

PKP memilih ketua umum melalui mekanisme tertutup berbasis kriteria kepemimpinan, bukan voting terbuka.

“Kami tidak hitung kepala, tapi hitung isi kepala. Musyawarah itu berilmu,” jelas Rully.

Isfan Fajar Satryo: Pemimpin Generasi Baru

Nama Isfan Fajar Satryo, putra Try Sutrisno, muncul dari proses panjang, bukan dorongan keluarga.

“Beliau maju setelah refleksi panjang dan kesadaran pribadi. Ini proses 7–8 tahun. Beliau ingin menjadi manajer, bukan ketua,” ujar Rully.

Isfan memiliki latar belakang sipil, pengalaman di dunia usaha, kepemimpinan organisasi, dan jejaring luas lintas generasi. PKP menyadari lebih dari 60 persen pemilih kini milenial dan Gen Z, yang butuh pemimpin rasional dan berempati.

PKP membangun struktur berbasis sense of belonging, bukan loyalitas buta.

“Bukan hormat berlebihan pada ketua, tapi tanggung jawab terhadap keputusannya. Kalau rakyat kuat, negara tenang. Kalau elite nikmat, rakyat runtuh,” tegas Rully.

Munas PKP 2026 bukan sekadar agenda organisasi, tetapi pernyataan ideologis. PKP dengan ketua umum baru berkomitmen mengimplementasikan keadilan dan persatuan secara nyata di masyarakat dan politik. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *