Beritakota.id, Rote – Kehadiran Nihi Rote Resort di Pantai Bo’a, Kabupaten Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi tonggak baru dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat lokal. Bersamaan dengan soft opening resort, diluncurkan pula Yayasan Kesejahteraan Rote Peduli serta Rote Hospitality Academy sebagai upaya nyata meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Resor yang berdiri di kawasan eksotis Pantai Bo’a ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga mengusung konsep pembangunan yang mengedepankan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Founder dan Presiden Komisaris PT Bo’a Development, Panji Adhikumoro Soeharto, mengungkapkan bahwa perjalanan pembangunan Nihi Rote dimulai sejak lebih dari satu dekade lalu.

“Sejak pertama kali kami melihat lokasi ini sekitar 15 tahun lalu, kami yakin tempat ini memiliki potensi luar biasa,” ujarnya.

Ia menceritakan, pada 2011 dirinya bersama tim menjelajahi Pulau Rote hingga menemukan Pantai Bo’a yang masih alami. Dari sana lahir visi membangun resort kelas dunia tanpa merusak ekosistem dan budaya lokal.

Sejak pembangunan dimulai pada 2012, kawasan yang sebelumnya gersang kini berubah menjadi lingkungan hijau dengan lebih dari 1,6 juta tanaman. Pengembangan nursery yang dilakukan bahkan menjadi salah satu yang terbesar di NTT.

Lebih dari sekadar destinasi wisata premium, Nihi Rote Resort juga berperan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat melalui Rote Hospitality Academy. Program ini memberikan pendidikan dan pelatihan kerja gratis bagi generasi muda lokal, khususnya di sektor perhotelan.

Baca juga: NTT Dorong Gerakan Membaca: Perpustakaan Jadi Garda Depan

“Kami berkomitmen melestarikan budaya lokal sekaligus memberdayakan generasi muda melalui pelatihan kerja,” kata Panji.

Ia menambahkan, resort ini tidak hanya menjadi tempat menginap bagi wisatawan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi masyarakat serta menjaga keberlanjutan lingkungan, termasuk flora dan fauna di Pulau Rote.

Komitmen sosial tersebut diperkuat melalui peluncuran Yayasan Kesejahteraan Rote Peduli, yang menaungi berbagai program sosial seperti pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga konservasi satwa. Salah satu fokusnya adalah perlindungan kura-kura leher ular yang terancam punah.

Inisiatif ini mendapat apresiasi dari Titiek Soeharto yang turut hadir dalam acara peresmian dan menandatangani prasasti soft opening.

“Saya sangat mengapresiasi hadirnya hospitality academy ini. Semoga mampu melahirkan generasi muda berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Rote,” ujarnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh anggota DPR RI lainnya seperti Alien Mus dan Rajiv, serta para pendiri Nihi Rote.

Kehadiran Nihi Rote Resort dan Rote Hospitality Academy menjadi contoh nyata pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Dengan menggabungkan investasi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, proyek ini diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Pulau Rote. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *