Berita Kota, Sumatera — PT Nindya Karya terus memperkuat peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendukung pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Bersinergi dengan Danantara Indonesia melalui program BUMN Peduli, Nindya Karya berkontribusi aktif dalam masa transisi dari fase tanggap darurat menuju tahap pemulihan yang terkoordinasi, cepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.
Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan Hunian Sementara Danantara (Huntara) di Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam program ini, Nindya Karya membangun sebanyak 200 unit hunian sementara yang dirancang sebagai tempat tinggal layak, aman, dan nyaman bagi warga terdampak bencana.
Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, mengatakan pembangunan hunian sementara ini merupakan komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat melewati masa transisi pascabencana dengan lebih baik.
“Dengan hadirnya hunian sementara ini, kami berupaya membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera beralih dari fase tanggap darurat menuju tahap pemulihan. Hunian ini dirancang nyaman dan dilengkapi fasilitas pendukung untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga,” ujar Firmansyah dalam keterangan resmi, Kamis (15/1).
Pembangunan Huntara dilakukan menggunakan sistem modular dengan struktur baja ringan yang telah teruji kualitasnya. Metode ini memungkinkan proses konstruksi berlangsung lebih cepat tanpa mengurangi standar mutu, keamanan, dan kenyamanan bangunan.
Baca juga: Nindya Karya Melakukan Pemulihan Pascabencana Sumatera
Selain unit hunian, kawasan Huntara juga dilengkapi dengan fasilitas umum untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, antara lain 40 unit toilet, empat unit dapur umum, serta empat unit musala yang dapat digunakan secara bersama.
Saat ini, proses pembangunan hunian sementara dan infrastruktur pendukung terus digenjot. Progres fisik di lapangan menunjukkan perkembangan signifikan, sehingga warga terdampak diharapkan dapat segera menempati hunian yang layak dan aman.
Kehadiran Huntara ini pun disambut positif oleh masyarakat. Salah seorang warga terdampak di Tapanuli Selatan mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya hunian sementara ini. Setidaknya saya dan keluarga bisa tinggal di tempat yang aman dan layak sambil menunggu kondisi benar-benar pulih,” ujarnya.
Melalui inisiatif ini, Nindya Karya menegaskan komitmennya untuk hadir tidak hanya pada saat krisis, tetapi juga dalam proses pemulihan jangka menengah dan panjang. Pembangunan hunian sementara beserta fasilitas pendukung diharapkan dapat membantu masyarakat bangkit, memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi, serta menata kembali kehidupan menuju kondisi yang lebih baik dan berdaya. (***)

