Beritakota.id, Jakarta – Obat kuat yang diklaim memiliki efek hingga tiga hari atau 72 jam belakangan semakin banyak diperbincangkan. Klaim tersebut menarik perhatian banyak pria karena dinilai memberikan fleksibilitas lebih dalam kehidupan seksual. Namun, di balik popularitasnya, muncul pertanyaan mengenai keamanan penggunaan obat dengan durasi kerja yang lebih panjang.
Menurut Dr. dr. Gede Wirya Kusuma Duarsa, M.Kes., MARS., SpU(K), FICS, salah satu kandungan yang umum digunakan dalam obat disfungsi ereksi dengan efek jangka panjang adalah tadalafil, yang termasuk dalam kelompok phosphodiesterase type 5 (PDE5) inhibitor.
Tadalafil bekerja dengan meningkatkan aliran darah ke penis sehingga membantu terjadinya ereksi ketika terdapat rangsangan seksual. Dengan demikian, obat ini tidak menyebabkan ereksi secara terus-menerus tanpa adanya stimulasi seksual.
Karena memiliki durasi kerja yang relatif panjang, tadalafil sering dijuluki sebagai weekend pill. Efeknya dapat bertahan sekitar 36 hingga 72 jam, sehingga memberikan waktu yang lebih fleksibel dibandingkan obat disfungsi ereksi dengan durasi kerja yang lebih singkat.
Kandungan ini telah melalui berbagai uji klinis dan digunakan secara luas dalam dunia medis untuk membantu mengatasi disfungsi ereksi.
Memberikan Fleksibilitas Lebih
Salah satu keunggulan tadalafil adalah pengguna tidak perlu mengatur waktu konsumsi secara terlalu ketat sebelum melakukan aktivitas seksual. Dengan durasi kerja yang lebih lama, hubungan intim dapat berlangsung lebih spontan tanpa harus terburu-buru mengonsumsi obat beberapa saat sebelumnya.
Meski demikian, fleksibilitas tersebut bukan berarti tadalafil dapat digunakan secara sembarangan. Pengguna tetap harus mengikuti aturan pakai dan memperhatikan kondisi kesehatannya.
Tetap Berpotensi Menimbulkan Efek Samping
Seperti obat-obatan lainnya, tadalafil juga memiliki potensi efek samping. Keluhan yang paling sering dilaporkan antara lain sakit kepala, nyeri otot, gangguan pencernaan ringan, hidung tersumbat, serta wajah kemerahan (flushing).
Baca juga: Apakah Obat Hipertensi Merusak Ginjal? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui
Pada sebagian besar pengguna, efek samping tersebut umumnya bersifat ringan dan akan membaik dengan sendirinya. Namun, jika muncul efek samping yang berat atau berkepanjangan, pengguna disarankan segera menghentikan penggunaan dan berkonsultasi dengan tenaga medis.
Pria yang memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tertentu, atau sedang mengonsumsi obat golongan nitrat tidak boleh menggunakan tadalafil tanpa pengawasan dokter karena kombinasi tersebut dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang berbahaya.
Pilih Produk yang Legal dan Terdaftar
Masyarakat juga diimbau lebih cermat dalam memilih produk yang mengandung tadalafil. Pastikan produk telah memiliki izin edar resmi dari otoritas kesehatan dan diperoleh melalui jalur distribusi yang tepercaya.
Hindari mudah percaya pada promosi yang menjanjikan efek instan atau durasi kerja yang berlebihan tanpa informasi yang jelas mengenai kandungan, legalitas, maupun keamanan produk.
Selain itu, penggunaan obat disfungsi ereksi sebaiknya didasarkan pada kebutuhan medis dan bukan sekadar mengikuti tren atau iklan yang beredar di media sosial.
Gunakan Sesuai Anjuran
Secara medis, tadalafil merupakan salah satu terapi yang telah terbukti efektif dalam membantu mengatasi disfungsi ereksi apabila digunakan sesuai indikasi dan anjuran tenaga kesehatan.
Meski memiliki durasi kerja yang lebih panjang dibandingkan beberapa obat sejenis, keamanan dan efektivitasnya tetap bergantung pada kondisi kesehatan pengguna, dosis yang tepat, serta kepatuhan terhadap aturan penggunaan.
Dengan penggunaan yang bijak dan konsultasi dengan dokter bila diperlukan, manfaat tadalafil dapat diperoleh secara optimal sekaligus meminimalkan risiko efek samping yang mungkin terjadi. (***)

