Beritakota.id, Jakarta – Limbah minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai kini mulai dilirik sebagai peluang baru dalam pengembangan ekonomi hijau. Better Life Indonesia mencatat pencapaian penting setelah materi pelatihannya resmi disusun menjadi silabus kompetensi dan masuk ke dalam program Talent Innovation Hub Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Pencapaian tersebut diumumkan bertepatan dengan partisipasi Better Life Indonesia dalam ajang Green Jobs Fest Bandung 2026 yang digelar di BBPVP Bandung beberapa waktu lalu. Dalam kegiatan tersebut, Better Life Indonesia mengisi workshop bertajuk Program Pelatihan Berbasis Kompetensi Pembuatan Sabun Cair dari Minyak Jelantah BBPVP Bandung.

Workshop diikuti 20 peserta dengan konsep kelas intensif yang menggabungkan edukasi pengelolaan minyak jelantah rumah tangga dan praktik langsung pembuatan sabun cair sederhana. Tidak hanya mendapatkan materi, peserta juga membawa pulang produk hasil praktik sebagai bentuk pembelajaran aplikatif yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Bagi Better Life Indonesia, pengesahan silabus ini menjadi tonggak penting karena menandai transformasi model edukasi yang selama ini dijalankan, dari sekadar gerakan komunitas menjadi sistem pelatihan yang lebih terstruktur, terukur, dan dapat direplikasi secara luas.

Founder Better Life Indonesia, Fajar Amali Kurniawan, mengatakan langkah tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan green jobs berbasis masyarakat di Indonesia.

“Silabus resmi ini menjadi validasi bahwa edukasi pengelolaan minyak jelantah bisa dikembangkan menjadi program pelatihan yang serius, terukur, dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami ingin Better Life Indonesia hadir bukan hanya sebagai startup, tetapi sebagai gerakan yang menciptakan keterampilan baru dan peluang ekonomi baru,” ujar Fajar.

Baca juga: @abangminyak.jelantah Solusi Mengatasi Limbah Minyak Goreng Bekas

Sebagai startup yang berfokus pada pengelolaan Used Cooking Oil (UCO), Better Life Indonesia selama ini mengembangkan pendekatan ekonomi sirkular dengan mengubah limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna seperti sabun. Selain itu, perusahaan juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak buruk pembuangan minyak jelantah sembarangan terhadap lingkungan.

Melalui pengakuan resmi dari BBPVP Bandung, Better Life Indonesia kini menargetkan sejumlah agenda strategis ke depan. Mulai dari memperluas pelatihan pengolahan jelantah ke sekolah, kampus, komunitas, hingga desa-desa, membangun jaringan trainer muda berbasis green skills, menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui kewirausahaan jelantah, memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan industri, hingga mendorong pengelolaan jelantah terintegrasi dari hulu ke hilir.

Menurut Fajar, isu minyak jelantah sebenarnya menyimpan potensi besar dalam menciptakan ekosistem pekerjaan hijau di Indonesia karena dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Jika dikelola serius, jelantah bukan lagi limbah. Ia bisa menjadi sumber pendapatan, media edukasi, dan pintu masuk lahirnya lapangan kerja hijau baru,” tambahnya.

Partisipasi Better Life Indonesia dalam Green Jobs Fest Bandung 2026 sekaligus menjadi bukti bahwa inovasi lokal yang lahir dari anak muda mampu menghadirkan solusi lingkungan yang relevan, praktis, dan berkelanjutan.

Ke depan, Better Life Indonesia menargetkan diri menjadi salah satu pionir startup pengelolaan minyak jelantah sekaligus pengembangan pelatihan green skills di Indonesia, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan terhadap ekonomi hijau dan keberlanjutan lingkungan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *