Beritakota.id, Cilacap – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (10/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan konstruksi dan penanganan teknis di lapangan berjalan sesuai rencana.
Dalam peninjauan itu, Menteri Dody memberi perhatian khusus terhadap sistem drainase dan pengendalian aliran air di area proyek. Menurutnya, pengelolaan air menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas lahan dan kelancaran pembangunan sekolah.
“Pastikan penanganan aliran air berjalan baik sehingga tidak mengganggu pekerjaan konstruksi maupun sistem drainase di area sekolah,” ujar Dody.
Baca Juga: Proyek Sekolah Rakyat di Brebes Dikebut, Target SD Rampung Juni 2026
Lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap diketahui berada di kawasan dengan tingkat kejenuhan air tanah cukup tinggi, terutama saat musim hujan. Selain itu, area proyek juga menerima limpasan air dari saluran drainase dua balai pembibitan di sekitar lokasi, yakni balai pembibitan ikan dan balai pembibitan pertanian.
Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana Kawasan Jawa Tengah sekaligus Koordinator Satgas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Tengah, Nanda Lasro Elisabet Sirait, mengatakan limpasan air sempat mempengaruhi aktivitas konstruksi di lapangan.
Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan balai pembibitan dan pemerintah daerah untuk mengalihkan aliran air menuju saluran utama di depan proyek tanpa mengganggu sistem irigasi yang ada.
“Koordinasi terus dilakukan agar pengendalian aliran air tidak menghambat progres pembangunan,” kata Nanda.
Baca Juga: 104 Sekolah Rakyat Dibangun Serentak, Ini Target Besarnya!
Untuk mendukung percepatan pekerjaan, Balai Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan (BTBGPL) merekomendasikan pembangunan subdrain sepanjang 100 meter guna membantu pelepasan air dari lapisan tanah di area proyek.
Material untuk pekerjaan tersebut disebut telah dipesan dan akan segera dipasang di lokasi pembangunan.
Sementara itu, Direktur Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan Kuswara menjelaskan penanganan drainase dilakukan melalui pembangunan saluran sementara berupa galian sejajar dengan area proyek.
Selain itu, pada sisi utara lokasi proyek juga akan dipasang saluran U-Ditch yang diarahkan menuju sisi barat area pembangunan.
Untuk mempercepat pengeringan lahan, petugas juga memasang sejumlah pompa submersible aktif di beberapa titik proyek.
Kementerian PU memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap terus dipercepat melalui pekerjaan konstruksi paralel dan penanganan teknis agar target penyelesaian proyek dapat tercapai sesuai jadwal.

