Beritakota.id, Jakarta — Pemerintah mempercepat pembangunan ekosistem digital nasional dengan menjadikan data center, kecerdasan artifisial (AI), dan keamanan siber sebagai fondasi utama menuju target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan visi Indonesia Emas 2045.

Komitmen itu ditegaskan dalam Forum Nasional bertajuk “Indonesia Digital Leap: Akselerasi Ekosistem Data Center, AI & Keamanan Siber untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional” yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Forum strategis tersebut mempertemukan lebih dari 200 pemimpin industri, regulator, asosiasi, dan pengambil kebijakan untuk membahas percepatan infrastruktur digital nasional di tengah persaingan ekonomi global berbasis teknologi.

Baca Juga: Digital Realty Bersama dan Xenith IG Perkuat Infrastruktur AI-Ready dan Interkoneksi Data Center di Jakarta

Pemerintah menilai transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga daya saing nasional. Hal itu diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang menempatkan infrastruktur digital sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Deputi Koordinasi Perdagangan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon menegaskan, pemerintah ingin memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam revolusi teknologi global.

“Infrastruktur digital yang tangguh—data center, AI, dan keamanan siber—adalah fondasi yang akan menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah juga mendorong percepatan koordinasi lintas sektor agar kebijakan digital tidak berhenti di level regulasi, tetapi langsung diterjemahkan menjadi investasi dan implementasi nyata di lapangan.

AI dan Data Center Jadi Rebutan Baru Ekonomi Digital

Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Ditjen Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Aju Widia Sari mengatakan Indonesia harus bergerak cepat memperkuat ekosistem AI dan pusat data agar tidak hanya menjadi pasar teknologi global.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah, industri dan asosiasi menjadi kunci untuk menciptakan kemandirian digital nasional.

“Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan asosiasi adalah kunci untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pelaku aktif dalam ekosistem digital global,” tegasnya.

Pembangunan data center nasional dinilai menjadi kebutuhan vital di tengah melonjaknya kebutuhan penyimpanan data, cloud computing, artificial intelligence hingga layanan digital berbasis enterprise.

Ancaman Siber Jadi Risiko Serius Ekonomi Nasional

Di sisi lain, pemerintah juga menyoroti meningkatnya ancaman siber yang mengincar sektor strategis nasional. Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) – Rachmad Wibowo mengingatkan serangan digital kini berkembang semakin kompleks, mulai dari ransomware, Advanced Persistent Threats (APT), hingga serangan terhadap infrastruktur kritikal.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pendekatan keamanan siber yang menyeluruh melalui penguatan deteksi dini, respons insiden cepat, hingga pembangunan talenta cybersecurity nasional.

“Investasi dalam teknologi Security Operations Center (SOC), threat intelligence sharing, dan pengembangan talenta cybersecurity menjadi prioritas mutlak untuk melindungi kedaulatan digital dan keberlanjutan ekonomi digital Indonesia,” paparnya.

DTI Series 2026 Resmi Diluncurkan

Forum nasional tersebut sekaligus menjadi momentum soft launching DTI Series 2026 (Digital Transformation Indonesia Conference & Expo) dan Cyber Resilience & Defense Conference & Expo (CRD-CX) 2026 yang akan digelar pada 5-6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan.

Ajang teknologi terbesar di Indonesia itu akan menghadirkan lebih dari 450 solusi teknologi dari 199 perusahaan, 133 sesi konferensi, 260 pembicara, dan diproyeksikan dihadiri lebih dari 13 ribu pengunjung lintas industri.

Vice President Director PT Adhouse Clarion Events, Gad Permata menegaskan DTI Series dan CRD-CX bukan sekadar pameran tahunan, tetapi platform strategis untuk mempercepat transformasi digital nasional.

“Melalui forum ini, kami ingin memastikan setiap stakeholder memiliki ruang untuk berkontribusi dalam membangun ekosistem digital yang tangguh, aman, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Forum dan pameran tersebut mendapat dukungan penuh dari berbagai institusi strategis nasional, termasuk Masyarakat Telematika Indonesia, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, Indonesia Data Center Provider Organization, serta Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *