Beritakota.id, Brebes – Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Brebes saat ini tercatat mencapai sekitar 55 persen. Kecamatan Losari menjadi wilayah dengan capaian tertinggi kedua, yakni sebesar 73,58 persen, berada di bawah Kecamatan Salem.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Brebes Wurja saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka pembinaan dan monitoring evaluasi (monev) PBB-P2 di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Kamis (16/7).
“Kami sudah sepakat bersama para kepala desa bahwa Oktober nanti PBB sudah lunas. Kami turun langsung ke lapangan untuk melakukan intensifikasi dan mendorong agar penerimaan PBB bisa ditingkatkan,” kata Wurja.
Menurut Wurja, PBB merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
“Bagaimanapun juga, PBB adalah salah satu PAD yang sangat vital bagi jalannya pemerintahan daerah,” ujarnya.
Ia berharap capaian penerimaan PBB di Kecamatan Losari dapat terus meningkat hingga mencapai target pelunasan sesuai waktu yang telah ditetapkan.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari jajaran Pemerintah Kecamatan Losari. Camat Losari Faizin menyatakan pihaknya siap mengawal kebijakan Pemerintah Kabupaten Brebes, termasuk upaya optimalisasi penerimaan PBB di tingkat desa.
“Kami siap mengawal program dan kebijakan dari Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dan Wakil Bupati Wurja. Pada prinsipnya, kami siap mengawal serta menjalankan arahan pemerintah daerah hingga tingkat bawah agar program-program tersebut dapat berjalan dengan baik di masyarakat,” ujar Faizin.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Brebes juga tetap berkomitmen dalam mendukung pembangunan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan dan pembangunan maupun perbaikan balai desa.
“Tadi juga disampaikan Pak Wakil Bupati bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen terhadap pembangunan infrastruktur, baik perbaikan jalan maupun balai desa,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Brebes Hayban mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pendekatan pelayanan agar masyarakat semakin mudah dalam memenuhi kewajiban pajaknya.
Menurut dia, petugas Bapenda secara rutin melakukan kunjungan ke desa-desa untuk mengetahui berbagai kendala di lapangan sekaligus memberikan solusi kepada wajib pajak.
“Kami tetap melakukan pelayanan dengan mendatangi desa-desa. Kalau ada kendala, masyarakat bisa menyampaikan kepada kami. Prinsipnya pelayanan tidak mempersulit, tetapi memberikan kemudahan,” ujar Hayban.
Ia menambahkan, Bapenda Brebes juga tengah menyiapkan pengembangan aplikasi Sistem Informasi Pajak Daerah (Si Pakde) guna meningkatkan kualitas layanan berbasis digital.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat nantinya dapat mengakses berbagai layanan administrasi PBB melalui telepon genggam, mulai dari pengajuan cetak Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) baru, mutasi objek pajak, pemecahan objek pajak, hingga penggabungan objek pajak.

